<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mengejar TakdirQ</title>
	<atom:link href="http://adhequthbz.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adhequthbz.wordpress.com</link>
	<description>Catatan Saia… Sesuka Saia… lha Kamu? Ah terserahlah… coZ saia adalah saia, bukan kamu, bukan dia, karena saia hanya ingin menjadi saia… meskipun sesiapapun mengatakan ‘seharusnya begitu, seharusnya begini’… Karena saia punya Harapan tersendiri, karena saia punya Takdir tersendiri. Gitu aj!</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Dec 2011 06:13:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='adhequthbz.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mengejar TakdirQ</title>
		<link>http://adhequthbz.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://adhequthbz.wordpress.com/osd.xml" title="Mengejar TakdirQ" />
	<atom:link rel='hub' href='http://adhequthbz.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://adhequthbz.wordpress.com/2011/12/29/183/</link>
		<comments>http://adhequthbz.wordpress.com/2011/12/29/183/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 06:13:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhe quthb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhequthbz.wordpress.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Mohon Maaf Untuk Sesiapapun yang Mampir Disini&#8230; Karena belum bisa aktif memposting lagi&#8230; Do&#8217;akan agar saia diberi takdir lebih baik ya&#8230; Aamiin.. tertanda, -Adhe Quthb-<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhequthbz.wordpress.com&amp;blog=9227655&amp;post=183&amp;subd=adhequthbz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Mohon Maaf Untuk Sesiapapun yang Mampir Disini&#8230;<br />
Karena belum bisa aktif memposting lagi&#8230;<br />
Do&#8217;akan agar saia diberi takdir lebih baik ya&#8230; Aamiin..</p>
<p>tertanda,<br />
-Adhe Quthb-</p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adhequthbz.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adhequthbz.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adhequthbz.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adhequthbz.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adhequthbz.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adhequthbz.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adhequthbz.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adhequthbz.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adhequthbz.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adhequthbz.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adhequthbz.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adhequthbz.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adhequthbz.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adhequthbz.wordpress.com/183/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhequthbz.wordpress.com&amp;blog=9227655&amp;post=183&amp;subd=adhequthbz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhequthbz.wordpress.com/2011/12/29/183/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9258337b6ea9535312880e17b751a2fe?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adhequthb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ulang Tahun Negara Atau Balita?</title>
		<link>http://adhequthbz.wordpress.com/2010/08/18/ulang-tahun-negara-atau-balita/</link>
		<comments>http://adhequthbz.wordpress.com/2010/08/18/ulang-tahun-negara-atau-balita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 09:04:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhe quthb</dc:creator>
				<category><![CDATA[OpiniQ]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhequthbz.wordpress.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Meski sedari kecil sampai sekarang saia belum pernah merayakan ulang tahun dengan mekanisme perayaan yang diakhiri dengan tiup lilin dan menyanyikan sebuah lagu wajib yang ada kata-kata ‘…panjang umurnya, panjang umurnya…’ itu. Tapi karena tren merayakan ulang tahun ini seakan sudah begitu akrab di daerah saia dan mungkin juga di daerah anda. Akhirnya meski tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhequthbz.wordpress.com&amp;blog=9227655&amp;post=179&amp;subd=adhequthbz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/celebrate16.gif" border="0"/></a> Meski sedari kecil sampai sekarang saia belum pernah merayakan ulang tahun dengan mekanisme perayaan yang diakhiri dengan tiup lilin dan menyanyikan sebuah lagu wajib yang ada kata-kata ‘…panjang umurnya, panjang umurnya…’ itu. Tapi karena tren merayakan ulang tahun ini seakan sudah begitu akrab di daerah saia dan mungkin juga di daerah anda. Akhirnya meski tidak pernah merayakan tapi sesekali dua saia pernah menghadiri perayaan ulang tahun yang ditaja kerabat dekat. Di lihat dari agenda acaranya sepertinya terdapat kesamaan baik bagi mereka yang berkategori Balita (bayi di bawah lima tahun) dengan mereka yang di atas usia tersebut ataupun bagi yang telah di usia ambang batas. Kalaupun ada perbedaan barangkali terlihat dalam bentuk pestanya dan jumlah uang tunai yang melaksanakan pestanya. Meskipun ada yang kadang harus ngutang demi terlaksananya agenda tahunan ini.</p>
<p><a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/celebrate17.gif" border="0"/></a> Ya kalau anak-anak biasanya dihiasi dengan permainan anak dan lagu anak-anak. Meskipun tidak jarang sang anak menyanyikan lagu yang sering didendangkan kebanyakan orang muda.  Sementara jika yang melakukan selebrasi adalah kaum muda mudi. Dapat dipastikan suasananya berbau keceriaan muda-mudi juga. Seperti setingan tempat duduk yang berpasangan sampai pada pesta ala rock ‘n roll dengan goyangan yang tetap dilakukan berpasangan.  Meski ada yang dibumbui dengan do’a tapi tak jarang ada yang mengakhirinya dengan pesta minuman keras kadarluarsa. Bagaimana dengan pesta ulang tahun anda? Ada beda? <span id="more-179"></span></p>
<p><a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/laughing8.gif" border="0"/></a> Meski ada beda atau tidak. Kalau boleh kita sepakati ulang tahun selalu identik dengan perayaan dan perayaannya selalu identik dengan keceriaan, kemeriahan, dan berbagai bentuk kesenangan lainnya. Kalau boleh dipersingkat lagi semuanya terangkum dalam satu kata ‘suka’ yang dirayakan dengan ‘suka-suka.’ Sepakat bukan? <a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/laughing8.gif" border="0"/></a></p>
<p>Dikarenakan namanya ulang tahun, berarti sampai sekarang artinya masih belum berubah yaitu kira-kira seperti ini “Terjadinya pengulangan hari kejadian yang disepakati dalam jangka waktu satu tahun atau kurang lebih 365 hari.” Sepertinya berpegang pada definisi seperti ini meskipun dengan tata bahasanya yang berbeda. Maka kita bisa melihat ulang tahun tidak hanya terjadi untuk mengenang kelahiran manusia saja. Awal kehadiran lembaga atau organisasi juga ditetapkan sebagai hari ulang tahun. Begitu juga dengan hari jadi perkawinan, mungkin juga hari perceraian, tapi kalau hari khitanan gimana? </p>
<p>Intinya perayaan ulang tahun, apapun bentuk yang akan diulang tahunkan sudah menjadi sesuatu yang lumrah. Hingga tak salahlah jika ada ulang tahun kabupaten, <del datetime="2010-08-18T08:53:13+00:00">- -mungkin tidak usah heran nanti akan sering hadir ulang tahun kecamatan sampai ke ulang tahun RW/RT, minimal ulang tahun Pak RT/RWnya&#8211; </del>ulang tahun Provinsi sampai kepada ulang tahun negara seperti negara kita yang lagi dalam momen perayaan hari jadinya ke-65 ini. Nah ini dia yang ingin saia coba renungkan dan kemudian harus saia tuliskan mengenai apakah pestaporia kemerdekaan bangsa ini nyaris sama dengan deskripsi yang agak sedikit panjang lebar mengenai ulang tahun tadi. Atau mungkin sama persis bukan hanya dengan sang muda-mudi saja tetapi dengan para balita tadi. <a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/laughing9.gif" border="0"/></a></p>
<p>Sejenak saia ingin mengajak kita untuk melihat kebelakang mengenai perayaan kemerdekaan negeri ini. Dimana perayaan kemerdekaan tanpa suka? Dimana perayaan kemerdekaan tanpa tawa, canda, bahagia? Dimana perayaan kemerdekaan tanpa mengeluarkan uang/harta? Jawaban saia tidak ada di mana-mana! Yupp karena memang seperti apa yang saia katakan tadi dan barangkali anda telah menyepakati mengenai keidentikan perayaan ulang tahun itu pada umumnya terangkum dalam kata ‘suka’ yang dirayakan dengan ‘suka-suka.’ Masih ingat? </p>
<p>Bahkan orang yang sebenarnya dalam keadaan dukapun ingin menyulap keadaan di waktu perayaan kemerdekaan ini menjadi suka. Terlepas bagaimana hati kecilnya. Saiapun tidak tahu. </p>
<p>Pengalaman tahun lalu saat masih tinggal di kos-kosan dalam sebuah komplek perumahan sederhana. Saia dan beberapa teman di bangunkan oleh suara dua orang wanita <del datetime="2010-08-18T08:53:13+00:00">tepatnya saia panggil ibu</del> yang inti kedatangannya adalah meminta sumbangan untuk mensukseskan perayaan kemerdekaan di area perumahan itu. Terlihatlah oleh saia kantong plasik transparan yang digunakan untuk mengumpulkan uang itu hanya berisi beberapa uang lembaran seribuan. Bahkan ada koin-koin senilai 500 dan 100nya. Rupanya memang sumbangan yang diminta itu tidak banyak. Ya akibat mintanya tidak banyak di komunitas yang tidak banyak uang. Akhirnya sang ibu tadi harus rela juga untuk menerima sumbangan yang tidak banyak.</p>
<p>Singkat kisahnya, saiapun bertanya: <em>‘Buk, uang segini rencananya mau dibuat untuk acara apa saja?’ </em><br />
<em>‘Mungkin kita buat lomba makan kerupuk saja atau permainan anak lainnya….. yang penting nampak kita ikut memeriahkannya…’ </em>Jawab ibu itu kira-kira sesuai dengan apa yang saia ingat. Saia pikir jawaban ibu sangat tepat, karena uang segitu kalau beli kerupuk memang dapatnya banyak, bahkan lebihnya bisa kami bawa pulang buat nambah menu makan malam. </p>
<p>Tapi bukan masalah kerupuk dan sisa kerupuknya yang jadi masalah. Tapi kalimat terakhirnya itulah yang membuat saia ingat dan teringat. Teringatnya karena beberapa hari yang lalu sang Ibu ini mengundang kami untuk mendo’a (membaca do’a) di rumahnya karena ada saudaranya yang meninggal dunia. Waktu itu suasana Ibu itu terlihat begitu berduka, tapi kali ini benar-benar menjadi suka. Ingin terlihat memeriahkan kemerdekaan.</p>
<p>Kejadian ini semakin menguatkan saia bahwa perayaan kemerdekaan itu memang penuh dengan ‘suka-suka’ meski yang merayakannya masih dalam suasana duka. Jadi apakah memang seharusnya begini perayaan kemerdekaan bangsa yang dulunya diraih dengan tetesan darah, deraian air mata, dan hembusan nyawa itu? <a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/sad6.gif" border="0"/></a></p>
<p>Sebagai pribadi sungguh terkadang saia merasa sedih jika kemerdekaan dijadikan hanya sekedar ajang untuk bersuka ria atau hura-hura. Lebih parahnya kemerdekaan dijadikan ladang seribu acara yang ujung-ujungnya menghabiskan saldo negara hanya untuk biaya panitia. Di daerah kita juga tiada beda. Hiruk pikuknya hanya bernuansa suka. Kembali ujung-ujungnya harus mengeluarkan dana. Jika seperti ini, benarkah pesta kemerdekaan itu mempunyai makna yang sejalan dengan semangat untuk mengenang jasa para pahwalan? Atau justru kita menari-nari di atas penderitaan pendiri bangsa ini yang telah rela mati demi sebuah kata kemerdekaan.</p>
<p><a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/sad6.gif" border="0"/></a> Belum pernah saia melihat peringatan kemerdekaan bangsa di isi dengan semacam agenda renungan bersama mengani hakikat kemerdekaan itu sendiri. Renungan untuk merasakan kembali arti pengorbanan. Sebuah renungan yang bisa membawa kita secara bersama bisa memaknai kemerdekaan. Paling tidak mengingatkan kembali semangat heroiknya sang pejuang bangsa yang telah gugur mendahului kita. Bagaimana mereka meskipun tanpa iming-iming materi atau kekuasaan tapi rela mengorbankan nyawa. Semua ini bisa di isi dengan ceramah kemerdekaan, bukan pidato kenegaraan saja. Bisa juga dengan pemutaran film tentang pahlawan bangsa atau cerita napak tilas perjalanannya sehingga mencapai kemerdekaan. Saia pikir banyak para pakar yang bisa mendesainnya dan masih banyak file sejarah yang tersimpan rapi untuk kita ungkapkan kembali.</p>
<p>Tanpa berburuk sangka, barangkali ada yang melakukan perayaannya demikian. Tapi kalaupun ada ianya hanya sangat minoritas. Itu kalaupun ada. Maka tak heranlah jika banyak generasi muda melupakan sejarah perjuangan bangsanya. Banyak generasi muda sudah tak kenal lagi dengan pahlawan bangsanya. Semuanya tidak lain dikarenakan kebiasaan perayaan kemerdekaan tidak lebih di isi dengan pesta warna-warni, pesta menghias, main ini, main itu, yang semuanya terangkum dalam kata ‘suka’ persis perayaan ulang tahunnya BALITA. Semua suka-suka, tiada air mata. Mungkin masih beruntunglah jika kita kepesta ulang tahunnya BALITA, karena pesertanya balita biasanya masih diwarnai dengan tangisan-tangisan bayi. Meski yang ditangisinya kita tidak tahu. Mungkinkah tangisan itu mengenai nasib bangasanya. Bisa saja, siapa tahu? Sementara kemerdekaan bangsa ini? Kemerdekaannya hanya selalu dirayakan dengan tawa, canda, dan hura-hura. Bahkan tanpa tangis sama sekali. Sungguh mengharukan. </p>
<p>Akhirnya tanpa perbanyak kata lagi, saia hanya bisa berkata :Maafkanlah saia dan kami ini wahai Bunda Pertiwi <a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/sad6.gif" border="0"/></a> <a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/sad6.gif" border="0"/></a> <a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/sad6.gif" border="0"/></a></p>
<p>Sehari setelah hari jadi Bangsa ke 65<br />
Dari saia yang <del datetime="2010-08-18T08:53:13+00:00">masih belajar</del> mencitai bangsa dengan sepenuh hati…<br />
Salam kemerdekaan hakiki,</p>
<p><a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/love15.gif" border="0"/></a> Adhe Quthb <a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/love15.gif" border="0"/></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adhequthbz.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adhequthbz.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adhequthbz.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adhequthbz.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adhequthbz.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adhequthbz.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adhequthbz.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adhequthbz.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adhequthbz.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adhequthbz.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adhequthbz.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adhequthbz.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adhequthbz.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adhequthbz.wordpress.com/179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhequthbz.wordpress.com&amp;blog=9227655&amp;post=179&amp;subd=adhequthbz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhequthbz.wordpress.com/2010/08/18/ulang-tahun-negara-atau-balita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9258337b6ea9535312880e17b751a2fe?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adhequthb</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/celebrate16.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/celebrate17.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/laughing8.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/laughing8.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/laughing9.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/sad6.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/sad6.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/sad6.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/sad6.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/sad6.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/love15.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/love15.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mau Hidup? Harus Mw Brrrr-masalah&#8230;</title>
		<link>http://adhequthbz.wordpress.com/2010/08/13/mau-hidup-harus-mw-brrrr-masalah/</link>
		<comments>http://adhequthbz.wordpress.com/2010/08/13/mau-hidup-harus-mw-brrrr-masalah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 04:30:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhe quthb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bukan Khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[OpiniQ]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhequthbz.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Siapakah yang pernah hidup tanpa masalah? Jika ada, saia berani mengatakan justru orang seperti inilah yang hakekatnya sangat bermasalah. Dunia ini setau saia adalah akumulasi dari berbagai masalah. Mulai kita bangun tidur sampai kita tidur lagi. Mulai dari kita lahir sampai kita di masukkan ke alam kubur. Baik berupa masalah yang kecil sampai segede gedenya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhequthbz.wordpress.com&amp;blog=9227655&amp;post=174&amp;subd=adhequthbz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/film4.gif" border="0"/></a> Siapakah yang pernah hidup tanpa masalah? Jika ada, saia berani mengatakan justru orang seperti inilah yang hakekatnya sangat bermasalah. Dunia ini setau saia adalah akumulasi dari berbagai masalah. Mulai kita bangun tidur sampai kita tidur lagi. Mulai dari kita lahir sampai kita di masukkan ke alam kubur. Baik berupa masalah yang kecil sampai segede gedenya masalah pasti akan menghampiri. </p>
<p>Saia yakin, masalah adalah sesuatu yang mutlak akan hinggap dalam kehidupan makhluk yang bernama manusia. Cuman yang terpenting itu adalah bagaimana kita memperlakukannya. Terlalu mengabaikannya juga tidak baik. seperti para aktor pemabuk yang suka minum minuman keras dan berjudi. Atau koruptor yang telah merengguk kekayaan dengan memakan hak orang lain. Tapi mereka sungguh seolah-olah merasa apa yang dilakukannya itu bukanlah suatu masalah. Na’udzubillah semoga kita terlindung dari perilaku semacam ini. <span id="more-174"></span></p>
<p><a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/film5.gif" border="0"/></a> Beda lagi dengan tipe yang selalu hiperbolis dalam mempermasalahkan masalah. Tanpa sadar kadang kita sering gontok-gontokan dengan sariawan yang hinggap di bibir kita. Padahal kita lupa masih besar nikmat sehat yang didapatkan dibandingkan dengan mereka yang hari ini terbaring di ruang emergency dengan kondisi sekeritis-keritisnya. </p>
<p><a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/film2.gif" border="0"/></a> Atau sering juga kita memarahi orang yang telat beberapa menit. Walaupun itu alasannya jelas. Tapi tetap saja dimarahi. Padahal seharusnya bersyukur orang tersebut mau datang. Padahal kita sendiri juga dalam keadaan terlambat. <a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/film2.gif" border="0"/></a></p>
<p><a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/film14.gif" border="0"/></a> Hal serupa lainnya bisa kita lihat saat-saat di tempat keramaian, misalnya pasar. Bisa juga dalam perjalanan. Dalam situasi seperti ini biasanya percikan api bisa menjadi kebakaran yang besar. Gara-gara 1000 rupiah, orang rela saling memaki, bahkan saling mengeluarkan baku hantam. </p>
<p><a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/film10.gif" border="0"/></a> Nah menurut saia jenis makhluk seperti ini seharusnya dimumikan saja. Biar dunia ini aman bin damai. Hehe…  Lha kalau dunia ini aman dan damai. Apakah masalah akan usai bertamu kepada kita? Upss belum tentu. Sesuai dengan hakekat yang saia nyatakan di awal tadi. Maka berarti masalah itu akan tetap ada. Cuman wujudnya saja yang berbeda. </p>
<p><a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/film12.gif" border="0"/></a> Untuk melihat wujud yang berbeda ini bisa saia ilustrasikan pada kehidupan si kaya dan si miskin. Meskipun orang kaya tidak mempunyai masalah dalam memenuhi kebutuhan hidupnya seperti yang menjadi masalah orang miskin. Tapi belum tentu orang kaya bisa tidur malam senyenyak orang miskin. Mengapa? Karena orang miskin kalau mimpi kaya pasti senyum-senyum. Seolah-olah itu adalah anugerah baginya. Sementara kalo orang kaya dapat mimpi jadi orang miskin, pasti manyunkan? Karena baginya itu adalah musibah. </p>
<p>Meski tidak seluruhnya si miskin dan si kaya seperti itu. Karena ada juga orang miskin yang takut bertambah masalah kalau menjadi kaya. Katanya khawatir menjadi budak dunia. Segitunya? Pastinya hanya orang miskinlah yang tahu. Begitu juga sama yang kaya. Ada juga yang gaya hidupnya seperti orang miskin. Emang ada ya? Persisnya hanya orang kayalah yang tahu. Ehmm kalo orang kaya yang mode bajunya seperti kekurangan bahan dan celananya yang sengaja disobek-sobekkan itu gimana? Ehmm… <a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/film5.gif" border="0"/></a></p>
<p>Konklusinya setiap kita pasti mendapat masalah. Apakah itu berbentuk anugerah ataupun sebuah musibah. Karena anugerah yang tidak bisa di apresiasikan dengan santun justru akan menjadi bumerang sehingga berbuah musibah. Bagi yang mendapat musibah, jika dijalankan dengan iklhas dan penuh instropeksi kadang akan menjadi sebuah anugerah. Anugerah bisa jadi musibah. Musibah bisa jadi anugerah. Begitulah. </p>
<p>Sekarang yang terpenting bagi kita adalah menjadi orang-orang yang beruntung. Orang yang beruntung bukan berarti selalu mendapat anugerah, tanpa musibah. Lantas seperti apakah garangan? Yang jelas ia bukan pelangi-pelangi ciptaaan tuhan. Ia adalah orang-orang yang selalu bersyukur dan bersabar. Bila mendapat nikmat dia bersyukur. Bila mendapat musibah dia bersabar. </p>
<p>Namun, manusia pada umumnya mempunyai sifat gembira dan bangga saat mendapat nikmat. Sebaliknya akan berputus asa apabila ditimpa musibah. Tidak cukup berputus asa, malah marah-marah. Inilah orang-orang yang agendanya hanya selalu mempermasalahkan masalah. Memperbesarkan masalah. Padahal itu sama artinya dengan mendoublekan masalah. Malah trible atau lebih. Semoga kita tidak termasuk golongan terakhir ini. </p>
<p>Sebagai renungan, ingatkah kita salah satu cerita dalam siroh nabawiyah mengenai salah seorang wanita dari Bani Dinar yang berpasan dengan rombongan Rasulullah yang pulang dari ‘kekalahan’ perang uhud? Sungguh luar biasa, wanita yang setelah mendapat kabar bahwa suami, ayah dan saudaranya yang telah terbunuh di perang uhud ini  malah kemudian mempertanyakan keadaan Rasulullah SAW. Setelah tahu dan melihat Rasul selamat, beliaupun berkata kepada sang Rasul ‘setiap musibah, asal tidak menimpa engkau adalah kecil’. Luar biasa bukan? <a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/film18.gif" border="0"/></a> <a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/film21.gif" border="0"/></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adhequthbz.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adhequthbz.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adhequthbz.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adhequthbz.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adhequthbz.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adhequthbz.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adhequthbz.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adhequthbz.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adhequthbz.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adhequthbz.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adhequthbz.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adhequthbz.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adhequthbz.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adhequthbz.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhequthbz.wordpress.com&amp;blog=9227655&amp;post=174&amp;subd=adhequthbz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhequthbz.wordpress.com/2010/08/13/mau-hidup-harus-mw-brrrr-masalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9258337b6ea9535312880e17b751a2fe?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adhequthb</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/film4.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/film5.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/film2.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/film2.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/film14.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/film10.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/film12.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/film5.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/film18.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/film21.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menikmati Kesalahan</title>
		<link>http://adhequthbz.wordpress.com/2010/07/31/menikmati-kesalahan/</link>
		<comments>http://adhequthbz.wordpress.com/2010/07/31/menikmati-kesalahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jul 2010 02:44:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhe quthb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bukan Khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[kesalahan]]></category>
		<category><![CDATA[penikmat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhequthbz.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Andaikan hari ini saia dinobatkan sebagai orang terbaik dunia karena sedikit berbuat kesalahan maka pada hari ini pula saia menjadi orang yang akan susah dan sulit untuk menikmati kesalahan. Padahal menikmati kesalahan itu adalah suatu keharusan yang harus dimiliki oleh setiap insan bernama manusia. Paling tidak menurut apa yang saia pahami… Ehmm apakah pernyataan saia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhequthbz.wordpress.com&amp;blog=9227655&amp;post=167&amp;subd=adhequthbz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/fighting8.gif" border="0" /></a> Andaikan hari ini saia dinobatkan sebagai orang terbaik dunia karena sedikit berbuat kesalahan maka pada hari ini pula saia menjadi orang yang akan susah dan sulit untuk menikmati kesalahan. Padahal menikmati kesalahan itu adalah suatu keharusan yang harus dimiliki oleh setiap insan bernama manusia. Paling tidak menurut apa yang saia pahami… </p>
<p>Ehmm apakah pernyataan saia salah?  Maaf teman, tulisan ini diketik dan disebarkan bukan untuk upaya menggonjang-ganjingkan pemikiran. Tidak sama sekali.  Jadi baca dulu, baru komentar. Okay? Kalau sebelum membaca sudah berkomentar berarti anda termasuk orang yang tidak menikmati kesalahan. Sekali lagi ini menurut saia! Tapi semua terserah anda, mau baca dulu atau komentar dulu! <span id="more-167"></span></p>
<p><a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/fighting9.gif" border="0" /></a> Dari pengamatan keseharian terutama melalui info televisi yang selalu menghadirkan orang-orang yang salah membuat saia harus dengan ‘terpaksa’ menuliskan tulisan ini. Coba perhatikan sangking sulitnya untuk membuktikan kesalahan yang semua pihak sudah mempersalahkannya, namun kenyataannya dia seperti tidak bersalah. Disinilah letak ketiadaan dari pelaku salah dalam menikmati kesalahan yang diperbuatnya. </p>
<p>Akibat ketiadaan dari sang pelaku salah dalam menikmati kesalahannya ini akan memunculkan berbagai perilaku salah pada diri orang lainnya. Bedanya ‘turunan’ dalam ilmu matematika yang semakin mengecil, tetapi turunan perilaku kesalahan dari mereka yang tidak menikmati kesalahan ini justru sebaliknya. Semakin membesar, menggejala di berbagai kehidupan orang lainnya.</p>
<p><a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/film4.gif" border="0" /></a> Misalnya gini. Ada pelaku adegan mesum yang sudah jelas-jelas semua orang -baik dari sisi tegak, sisi miring, dan sisi lainnya termasuk misalnya sisi dunia lain- mengatakan pelakunya adalah dia. Tapi karena dia bukan tipe orang yang menikmati kesalahan dia pasti tidak mengakuinya. Akibatnya setiap orang akan selalu membicarakannya, bahkan ada yang memakinya. Apakah memaki itu suatu kesalahan? Selanjutnya akibat dia ngotot tidak mengaku salah, muncullah orang yang ingin mengambil simpati dan mendukungnya seolah-olah dia tidak salah. Apakah mendukung suatu yang salah itu salah? dan seterusnya akan ada beragam kesalahan baru yang diciptakan oleh orang yang tidak menikmati kesalahan ini. Baik itu yang diciptakannya kepada orang lain, ataupun yang akan terjadi pada dirinya. Bukankah kebohongan itu akan memunculkan kebohongan-kebohongan baru?</p>
<p>Dalam konteks lain, kurangnya rasa menikmati kesalahan ini dapat kita lihat dalam dunia pendidikan. Saia ambil contoh UN alias Ujian Na’as, ehh maksudnya Ujian Nasional. Akibat ketiadaan menikmati kesalahan. Semua pihak saling menyalahkan. Siswa menyalahkan guru, guru menyalahkan sekolah, sekolah menyalahkan pemerintah, pemerintah menyalahkan sekolah, sekolah menyalahkan guru, guru menyalahkan siswa. Begitulah lingkaran yang terjadi. Saling menyalahkan. <a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/fighting10.gif" border="0" /></a></p>
<p>Sekarang coba semua pihak itu menjadi penikmat kesalahan. Pasti tidak akan muncul sikap saling salah menyalahi. Ketahuilah menikmati kesalahan akan membawa kita untuk tahu apa sebenarnya perbuatan salah yang telah diperbuat. Dengan mengetahui perbuatan salah yang diperbuat tentu akan semakin nikmat juga untuk memperbaiki diri melakukan yang terbaik. Bukankah begitu?</p>
<p>Begitulah bagaimana pentingnya menikmati kesalahan. Ingat bukan menikmati berbuat salah. Karena orang yang menikmati perbuatan salahnya bukanlah orang yang menikmati kesalahan. Formula lainnya adalah semakin merasa benar (ingat bukan benar, tapi merasa benar) seseorang maka akan semakin sulit usahanya untuk menikmati kesalahan. Makanya diawal tulisan jika posisi saia seperti itu, maka saia mengatakannya saia adalah orang yang akan susah menikmati kesalahan. Karena awalnya saia sudah merasa benar bukan? Apalagi pakai acara penobatan segala, hehe</p>
<p>Jadi kehadiran tulisan ini  tidak lain hanya sebuah upaya mengajak kita (terutama sang saianya) untuk mengakui sebuah kesalahan yang diperbuat. Jadi orang yang menikmati kesalahan adalah orang yang sadar akan kesalahan yang diperbuat dan mengakuinya. Persis seperti orang yang sedang menikmati minuman kopi. Pasti dia sadar akan apa yang diminumnya dan mengakui bahwa dia sedang minum kopi. Karena dianya memang penikmat kopi. Tapi coba perhatikan orang yang bukan penikmat kopi. Ketika kopi itu habis dihirupnya namun tetap saja dia tidak akan mengakui bahwa dia sedang menikmati kopi. Padahal tadi dia minum kopi. Nyambung nggak ya? Hehe</p>
<p>Gini aja, intinya dari tulisan ini saia ingin mengatakan:<br />
“Menikmati kesalahan lebih baik dari pada melempar kesalahan hanya untuk lebih berarti”</p>
<p>Bukankah para penemu besar misalkan seperti Thomas Alfa Edison yang telah menemukan bola lampu  itu merupakan orang yang mampu menghasilkan karya adi luhungnya setelah mereka benar-benar menikmati kesalahannya?  Mereka tidak menyalahkan orang lain atau siapapun itu akibat kesalahan yang diperbuat. Tetapi mereka perbaiki diri apa penyebab salahnya. Jadilah mereka besar akibat dari menikmati kesalahan itu…</p>
<p>Yuukk nikmati kesalahan, jangan saling lempar kesalahan</p>
<p>Salam penikmat kesalahan,<br />
Adhe Quthb, <a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/film23.gif" border="0" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adhequthbz.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adhequthbz.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adhequthbz.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adhequthbz.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adhequthbz.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adhequthbz.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adhequthbz.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adhequthbz.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adhequthbz.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adhequthbz.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adhequthbz.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adhequthbz.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adhequthbz.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adhequthbz.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhequthbz.wordpress.com&amp;blog=9227655&amp;post=167&amp;subd=adhequthbz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhequthbz.wordpress.com/2010/07/31/menikmati-kesalahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9258337b6ea9535312880e17b751a2fe?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adhequthb</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/fighting8.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/fighting9.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/film4.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/fighting10.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/film23.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Salahkan Pengamat!</title>
		<link>http://adhequthbz.wordpress.com/2010/06/26/jangan-salahkan-pengamat/</link>
		<comments>http://adhequthbz.wordpress.com/2010/06/26/jangan-salahkan-pengamat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jun 2010 01:33:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhe quthb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bukan Khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhequthbz.wordpress.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Saat pertandingan, apalagi pada pertandingan perebutan piala dunia yang hotnya beda tipis dengan kasus video hot yang dihot-hotkan dalam beberapa minggu ini. Dengan seksama kita bisa melihat para pecinta olahraga bola tentu akan memberikan perhatian lebih dalam untuk pertandingan tersebut. Pengamatan terfokus pada gerak gerik sang pemain. Bahkan sekilas dan sedetikpun larinya bola kaki tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhequthbz.wordpress.com&amp;blog=9227655&amp;post=152&amp;subd=adhequthbz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley" href="http://xtremenitro.org"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/xiaoce/smiley/xiao_c_nitrouz_8.gif" border="0" alt="" /></a> Saat pertandingan, apalagi pada pertandingan perebutan piala dunia yang hotnya beda tipis dengan kasus video hot yang dihot-hotkan dalam beberapa minggu ini. Dengan seksama kita bisa melihat para pecinta olahraga bola tentu akan memberikan perhatian lebih dalam untuk pertandingan tersebut. Pengamatan terfokus pada gerak gerik sang pemain. Bahkan sekilas dan sedetikpun larinya bola kaki tidak pernah lari dari kedua bola matanya. Meskipun perhatian itu kadang hanya melalui layar kaca. Karena keseriusan pengamatannya, maka sang pemain -yang sudah pasti tidak mengenal siapa dia-  pasti akan mendapat koreksi –jika tidak ingin dikatakan cacian- di saat berbuat sedikit kesalahan. Ingat, meski sedikit kesalahan. Setidaknya kesalahan versi dia, sang pengamat!</p>
<p><a title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley" href="http://xtremenitro.org"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/xiaoce/smiley/xiao_c_nitrouz_30.gif" border="0" alt="" /></a> Padahal itu belum tentu salah menurut pemain.</p>
<p>Tak cukup ‘mengoreksi’ saat pertandingan berlangsung. Pengkoreksian ini terus berlanjut pada perbincangan keesokan harinya. Baik ketika belajar, ketika kerja, ketika makan, ketika di pasar, atau ketika di manapun berada, kecuali di WC. Itupun karena kebetulan sendiri. Meskipun tidak ada yang menjamin khyalannya di bilik termenung itu masih bernuansa bola, bola dan bola. <span id="more-152"></span></p>
<p>Inti pembicaran tersebut tidak lain mengarahkan kepada kata ‘seharusnya’. Yang menurut mereka seharusnya begitulah yang benar. Semuanya ini diperkuat dengan kehadiran pengamat ‘legal’ yang sering memberikan komentarnya di saluran televisi saat pertandingan berlangsung. Ataupun di berbagai media cetak lainnya. Pastinya legal atau tidak, tapi fokus pernyataannya tetap sama, yaitu ‘seharusnya.’</p>
<p><a title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley" href="http://xtremenitro.org"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/xiaoce/smiley/xiao_c_nitrouz_20.gif" border="0" alt="" /></a> Contoh sederhana di atas hanyalah sepersekian persen dari kisah suksesnya seorang pengamat. Kisah serupa akan sering kita jumpai di berbagai tempat, berbagai acara, berbagai moment, dan berbagai situasi dan kondisi termasuk jualah di tempat yang bernama WC tadi. Kita sepertinya dijamin tidak akan bisa menghindarinya.</p>
<p>Ada yang menyalahkan yang benar dan ada yang menyalahkan yang memang benar salah. Ada yang berdasarkan analisis yang disertai rujukan ilmiah, ada juga yang asal bunyi saja dan bicara sesuka hati. <a title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley" href="http://xtremenitro.org"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/xiaoce/smiley/xiao_c_nitrouz_22.gif" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Dan..…  walaubagaimanapun selagi kita masih beridentitas sebagai makhluk yang namanya manusia. Hidup pasti tidak akan pernah bisa menghidari yang namanya pengamat ini. Sedangkan binantang aja kadang sering dipersalahkan bukan?</p>
<p>Jadi gini…<a title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley" href="http://xtremenitro.org"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/xiaoce/smiley/xiao_c_nitrouz_16.gif" border="0" alt="" /></a><br />
Sebenarnya menurut saia, apapun jenis pengamatannya baik yang berjenis ilmiah atau asal tadi. Dan siapapun pengamatnya. Semuanya tidak perlu kita permasalahkan.</p>
<p>Harus disadari. Kadang memang ketika ada hasil pengamatan negatif yang menjurus kepada kita, kita marah, menyalahkan. Biasanya sampai keluar kata ‘ah kamu itu tidak tahu sebenarnya, saia lebih tahu, karena saia yang  mengalaminya’. Parahnya lagi dengan kalimat seperti itu kita juga mengeluarkan statement melalui pengamatan sekilas kepada orang yang memberikan hasil pengamatan negatifnya itu. Maksudnya gini,  karena dia mengamati ada yang salah dari apa yang kita lakukan dan dia mengatakannya kepada kita , eh malah kita langsung menyalahkan juga terhadapa apa yang dia kerjakan. Bahkan bisa jadi waktu itu kita belum mengamati apa yang dia kerjakan.</p>
<p>Sebaliknya, kalau ada hasil pengamatan orang tehadap kita yang bersifat positif. Kita dengan cepat mengapresiasikannya. Bahkan sambil senyum-senyum sendiri. Padahal itu belum tentu benar. Ibaratnya (katanya) kisah seorang pria yang sedikit gombal untuk menarik hati sang pujaan hatinya. Karena selalu dipuja dengan beragam pujian, sang wanitapun langsung tersanjung sambil tersipu malu. Tapi coba kalau ada yang mengatakan ‘kamu jelek’ dan sejenisnya. Marahkah sampeyan?</p>
<p>Memang ternyata tidak sepenuhnya yang bernama pengamat itu salah. Kalaupun dia salah, jangan sampai kita yang diamati malah ikut-ikutan salah atau menyalahkan. Kalaupun ada pengamat yang benar, kita jangan merasa kePDan dulu. Bisa jadi itu hanya benar menurut dia, sementara kita yang mengetahui siapa kita sendiri sudah pasti tahu apa yang dibenarkan itu sebenarnya tidak benar.</p>
<p>Balik kekisah sepak bola. Pemain sepak bola handal tidak akan terlalu berpengaruh hanya akibat arahan penontonnya. Karena dia yang paling tahu situasi lapangan sepak bola itu. Kalaupun ada hujatan, pemain itupun tidak akan serta merta marah atas hujatan kesalahan yang diberikan oleh penonton akibat ‘kesalahan’ yang diperbuatnya. Dia akan terus bermain sesuai dengan apa yang dianggapnya benar dan dibenarkan oleh kebanyakan orang yang benar sesuai dengan teori yang benar. Begitu juga dalam realitas hidup di sisi lainnya. Berbuatlah selagi benar! Bukan karena sesiapa. Apalagi karena pengamat!<br />
<a title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley" href="http://xtremenitro.org"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/xiaoce/smiley/xiao_c_nitrouz_4.gif" border="0" alt="" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adhequthbz.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adhequthbz.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adhequthbz.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adhequthbz.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adhequthbz.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adhequthbz.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adhequthbz.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adhequthbz.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adhequthbz.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adhequthbz.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adhequthbz.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adhequthbz.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adhequthbz.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adhequthbz.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhequthbz.wordpress.com&amp;blog=9227655&amp;post=152&amp;subd=adhequthbz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhequthbz.wordpress.com/2010/06/26/jangan-salahkan-pengamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9258337b6ea9535312880e17b751a2fe?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adhequthb</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/xiaoce/smiley/xiao_c_nitrouz_8.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/xiaoce/smiley/xiao_c_nitrouz_30.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/xiaoce/smiley/xiao_c_nitrouz_20.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/xiaoce/smiley/xiao_c_nitrouz_22.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/xiaoce/smiley/xiao_c_nitrouz_16.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/xiaoce/smiley/xiao_c_nitrouz_4.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jujur, Saia Bukan Lelah Tapi Malas</title>
		<link>http://adhequthbz.wordpress.com/2010/04/29/jujur-saia-bukan-lelah-tapi-malas/</link>
		<comments>http://adhequthbz.wordpress.com/2010/04/29/jujur-saia-bukan-lelah-tapi-malas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 09:57:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhe quthb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekolah Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[jujur]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[lelah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhequthbz.wordpress.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Adalah seorang saia yang sampai saat ini sangat mudah untuk mengaku lelah. Jika saia merasa seperti lelah, padahal baru seperti. Kalau ‘seperti’ berarti belum pasti ‘terjadi’. Namun meski belum pasti saia cepat-cepat untuk memvonis bahwa ini lelah. Sebagaimana manusia umumnya, jika merasa lelah pasti langsung melakukan aktifitas untuk mengurangi rasa lelah. Istirahat. Bentuk istirahat ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhequthbz.wordpress.com&amp;blog=9227655&amp;post=146&amp;subd=adhequthbz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/kucingsinaski/smiley/AddEmoticons00935.gif" border="0"/></a>Adalah seorang saia yang sampai saat ini sangat mudah untuk mengaku lelah. Jika saia merasa seperti lelah, padahal baru seperti. Kalau ‘seperti’ berarti belum pasti ‘terjadi’. Namun meski belum pasti saia cepat-cepat untuk memvonis bahwa ini lelah. <a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/bigemot/smiley/celengan.gif" border="0"/></a></p>
<p><a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/kucingsinaski/smiley/AddEmoticons00914.gif" border="0"/></a> Sebagaimana manusia umumnya, jika merasa lelah pasti langsung melakukan aktifitas untuk mengurangi rasa lelah. Istirahat. Bentuk istirahat ini juga tergantung dari segi kelelahannya. Kalau lelah pikiran, berarti berhenti untuk memikirkan sesuatu yang membuat lelah itu. Bisa saja misalnya dibawa dengan aktifitas olahraga dan atau jalan-jalan di pasar sambil cari sambal belacan (sambal belacan: sambal khas kampung saia). Pastinya lelah pikiran jangan sampai menjadikan berhenti untuk berpikir. Kalau misalnya yang lelah adalah mata, biasanya dibawa keperaduan. Atau cuci mata? Upss kalo yang ini harus dijelaskan dengan sejelas-jelasnya siapa dan apa objek ‘cuciannya’ itu. Sip? <span id="more-146"></span></p>
<p>Seperti itulah gambaran bagaimana seringnya saia memeperlakukan lelah. Sekilas tidak ada yang salah. Apakah menurut anda ada yang salah? Saia yakin anda juga menjawabnya tidak salah bukan? Toh kayaknya anda juga menjamu lelah juga seperti itukan? <a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/bigemot/smiley/peace.gif" border="0"/></a></p>
<p>Sekarang, sejenak saia coba mengalihkan pandangan kepada kilasan aktifitas dua orang manusia yang sangat dan sangaaaat saia cintai ini. Meski hampir menjelang satu windu saia jauh darinya. Namun jejak rekam kesehariannya diingatan saia terlihat jelas. Karena mereka sangat dekat dihati saia.<a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/bigemot/smiley/peace.gif" border="0"/></a></p>
<p><a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/bigemot/smiley/love_u.gif" border="0"/></a>Adalah Emak dan Bapak saia. Mereka adalah kedua orang tua yang telah melahirkan saia. Orang yang berharga dalam hidup saia, belum tergantikan dan tak akan tergantikan. InsyaAllah. Berharganya di sini termasuklah pelajaran kehidupan yang disampaikannya melalui kegiatan kesehariannya. </p>
<p>Seingat saia, dari kecil hingga dewasa (ehmm jadi sekarang saia sudah dewasa yaa? <a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/bigemot/smiley/love_u.gif" border="0"/></a> emak dan bapak adalah orang pekerja keras. Bangun sangat pagi sekali, dan melakukan aktifitas persiapan pagi. Kalau emak, mempersiapkan sarapan kami sekeluarga. Dan sudah mulai merancang persiapan makan siang juga. Bapak juga demikian, sibuk dengan persiapan untuk aktifitasnya di hari itu. Kemudian dilanjutkan dengan persiapan untuk sholat subuh. Setelah subuh dilanjutkan dengan beragam kegiatan di pagi hari. Bersih-bersih, masak-masak, dan lain sebagainya. Beda dengan saia yang masih menyempatkan diri tiduran, bahkan dengan alasan lelah tadi, malah tidur lagi. <a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/bigemot/smiley/anak_pintar.gif" border="0"/></a></p>
<p>Jika telah sampai siang. Kadang emak cuman istirahat makan plus sholat siang (dzuhur). Jika sepertinya ia terlalu lelah barulah emak menyempatkan untuk tidur siang. Itupun beberapa saat. Tidak lama seperti tidur siangnya saia.  Setelah itu emak disibukkan dengan agenda sore. Kemudian berlanjut petang dan malam. Sementara Bapak juga tidak pernah duduk diam. Inginnya selalu bekerja, bahkan ketika sudah seharusnya tidak bekerjapun (seperti di usianya sekarang). Ada saja bahan kerja Bapak. Intinya bagi saia mereka berdua tidak mengenal lelah. Lelahnya kadang hanya terlintas melalui ucapan di mulut, tapi perilakunya sama sekali tidak menunjukkan bahwa emak dan bapak itu sedang lelah. Maka wajar kemudian saia  menyatakan bahwa tokoh saia ini adalah sosok yang sangat rajin. Karena mereka bisa memperkecil rasa lelah. <a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/bigemot/smiley/swt.gif" border="0"/></a></p>
<p>Dan jika dibandingkan dengan seorang saia seperti yang di awal tulisan tadi. Maka pantaskah saia harus cepat-cepat untuk mengatakan lelah? Malah dengan cepat pula saya sering mengambil langkah untuk menghilangkan lelah. Saia sadar, yang seharusnya berucap dan mengambil langkah untuk menghilangkan lelah itu bukan saia. Tapi emak dan bapak. Sekarang, kalau saia mengakui emak dan bapak rajin, berarti saia itu? Malas! Tepat sekali! Karena saia hanya memperbesar-besarkan sebesar besarnya rasa lelah itu. Berarti saia bukan lelah. Alasan untuk saia ditutup. Titik! <a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/bigemot/smiley/berjuang.gif" border="0"/></a></p>
<p><a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/bigemot/smiley/tapuk.gif" border="0"/></a> Dan masih banyak pelajaran yang bisa saia pelajari. Anda juga. Anda bisa mengambil pelajaran seperti saia. dari orang tua anda. Atau siapa saja. Termasuk pelajaran yang disampaikan melalui keringat dan darah saudara kita yang berjuang dibelahan bumi yang lain. Bahkan bukan tidak mungkin dengan seekor binatang sekalipun yang tidak pernah memperbanyak waktu istirahatnya hanya karena alasan lelah.</p>
<p>Jujur, <a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/bigemot/smiley/banjir.gif" border="0"/></a> sekarang saia baru sadar. Kadang kita, terutama saia sangat tidak objektif membedakan lelah dan malas. Lelah hanya dijadikan alasan untuk malas. Meski itu tidak kita sadari. Sebenarnya kita dalam kondisi malas. Bukanlah lelah. </p>
<p>So, sudah saatnya sekarang, saia ingin katakan kepada lelah: </p>
<p>Lelah, jangan hampiri saia dulu!  <a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/kucingsinaski/smiley/AddEmoticons00925.gif" border="0"/></a> Meskipun kau memaksa untuk hampiri , tunggu dulu. Karena saia belum siap untuk lelah. Engkau tidak akan berhasil melelahkanku.  Karena saia ingin seperti emak dan bapak yang tak kenal lelah, meskipun kelihatannya mereka sangat lelah dan memang wajar untuk lelah.</p>
<p><a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/bigemot/smiley/cinta.gif" border="0"/></a><em>I luph u emak, I luph u bapak!, <a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/bigemot/smiley/cinta.gif" border="0"/></a><br />
Good bye lelah!</em><br />
<a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/bigemot/smiley/thatha.gif" border="0"/></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adhequthbz.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adhequthbz.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adhequthbz.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adhequthbz.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adhequthbz.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adhequthbz.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adhequthbz.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adhequthbz.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adhequthbz.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adhequthbz.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adhequthbz.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adhequthbz.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adhequthbz.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adhequthbz.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhequthbz.wordpress.com&amp;blog=9227655&amp;post=146&amp;subd=adhequthbz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhequthbz.wordpress.com/2010/04/29/jujur-saia-bukan-lelah-tapi-malas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9258337b6ea9535312880e17b751a2fe?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adhequthb</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/kucingsinaski/smiley/AddEmoticons00935.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/bigemot/smiley/celengan.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/kucingsinaski/smiley/AddEmoticons00914.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/bigemot/smiley/peace.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/bigemot/smiley/peace.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/bigemot/smiley/love_u.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/bigemot/smiley/love_u.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/bigemot/smiley/anak_pintar.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/bigemot/smiley/swt.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/bigemot/smiley/berjuang.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/bigemot/smiley/tapuk.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/bigemot/smiley/banjir.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/kucingsinaski/smiley/AddEmoticons00925.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/bigemot/smiley/cinta.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/bigemot/smiley/cinta.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/bigemot/smiley/thatha.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Emansipasi Basa Basi</title>
		<link>http://adhequthbz.wordpress.com/2010/04/21/emansipasi-basa-basi/</link>
		<comments>http://adhequthbz.wordpress.com/2010/04/21/emansipasi-basa-basi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 04:45:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhe quthb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekolah Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[emansipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhequthbz.wordpress.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Dalam catatan sejarah, bukan catatan buku sejarah saia pastinya. Tepat tanggal 21 April tahun 1879 di daerah Mayong-Jepara lahirlah bayi perempuan yang kemudian dikenal dengan nama Raden Adjeng Kartini. Biasanya sering disebut dengan RA Kartini. Bahkan tanpa RAnya, Kartini ajah. Nggak tau kenapa harus Kartini, bukankah setau saia masih banyak deretan pahlawan wanita yang sekaliber [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhequthbz.wordpress.com&amp;blog=9227655&amp;post=138&amp;subd=adhequthbz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/luckystar/smiley/kagami0202bis.gif"/></a><br />
Dalam catatan sejarah, bukan catatan buku sejarah saia pastinya. Tepat tanggal 21 April tahun 1879 di daerah Mayong-Jepara lahirlah bayi perempuan yang kemudian dikenal dengan nama Raden Adjeng Kartini. Biasanya sering disebut dengan RA Kartini. Bahkan tanpa RAnya, Kartini ajah. </p>
<p><a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/luckystar/smiley/Konata-nowwherewasI.gif"/></a><br />
Nggak tau kenapa harus Kartini, bukankah setau saia masih banyak deretan pahlawan wanita yang sekaliber dengan Kartini bahkan lebih? Apakah hanya dari suratnya? Apakah surat cukup sebagai bukti? Sementara di sana ada sosok yang langsung angkat senjata, melawan penjajah dan juga diabadikan dalam sejarah. Tapi kenapa Kartini yang dipilih? Kamu bisa menjawabnya? Kalo nggak bisa, saia akan berikan kepada waktu saja untuk menjawab semua itu… mmm <a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/luckystar/smiley/4531790.gif"/></a> <span id="more-138"></span></p>
<p><a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/luckystar/smiley/akira0401.gif"/></a> Eits, jangan pikir jauh dulu! Saia bukan mau menggugat status kepahlawanannya, tidak sama sekali. Saia justru menghargai siapapun itu yang menjadi pahlawan bangsa ini. Apapun bentuk kepahlawanannya. Termasuk Raden Adjeng Kartini yang dalam lagu dibilang ‘putri yang mulia.’  </p>
<p>Ehmm singkat kata singkat cerita karena saia memang tidak ingin banyak bercerita tentang sejarah perempuan yang kemudian identik dengan pahlawan emasipasi wanita. Naaah, dua kata terakhir itulah yang ingin sedikit saia fokuskan dalam tulisan berikutnya, emansipasi wanita. Jangan sampe kebalik, emansisapi! Karena si sapi memang tidak ada sangkut pautnya dengan ini semua. </p>
<p>Emansipasi itu apa? Pastinya dia bukan sejenis kue donat yang punya buletan di tengahnya, bukan pula sate yang dagingnya ditusuk. Emansipasi mempunyai definisi yang salah satunya adalah persamaan hak dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Sepakat?</p>
<p>Definisi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang saia baca. Itupun kamus teman, saia pinjamkan. Bukan kamus saia, dan bukan definisi saia. Sementara untuk wanita saia pikir nggak perlulah dituliskan definisinya di sini, baik menurut kamus, pendapat ahli, ataupun pendapat saia sendiri. Karena saia bukan ahli, karena saia bukan kamus. Jadi intinya wanita ya wanita, bukan pria. Dan bukan pula yang berada diantara keduanya. Artinya secara biologis wanita, tapi kelihatan bagaikan seorang pria yang cantik jelita nan rupawan. Pria ko’ cantik?  </p>
<p>Ups, baru teringat. Khusus untuk yang berada diatara keduanya tersebut, saia pikir mungkin inilah yang dinamakan emansipasi wanita itu. Benar nggak? Maaf kalo saia salah. Saya berkata demikian tentu setelah melihat definisi di atas tadi. Coba kita masukkan rumusnya, maksudnya kita satukan dan pahami kembali arti dari emansipasi. Terus kita hubungkan dengan wanita. Jadinya emansipasi wanita itu adalah wanita yang haknya sama dengan pria. Benar?</p>
<p>Sederhanya bisa saia katakan wanita tapi pria. Wanita yang berada diantara dua jenis kelamin. Dia wanita, tapi diantara wanita dan pria. Berarti bukan wanita?  Kalo dia wanita mengapa harus berada diantara wanita dan pria? Oh oh oh sedikit memusingkan… <a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/luckystar/smiley/kagamin-pocky.gif"/></a></p>
<p>Pusing itu belum lengkap kiranya jika dari pihak pria tidak menuntut emansipasi yang serupa, cuman arah panahnya yang berbeda. Kalo boleh di istilahkan jadinya emansipasi pria. Jadilah seperti yang kita lihat sekarang. Ada pria tapi berparas wanita. Pria yang berada diantara pria dan wanita. Wanitanya sangat ganteng dan berbadan kekar. Wanita ko’ ganteng? Hehe Begitulah kira-kira. </p>
<p>Apakah ini emansipasi itu? Yaaa! Sekali lagi menurut saia INILAH EMANSIPASI WANITA ITU. Emansipasi yang kemudian menghasilkan warna yang sama dengan pria, EMANSIPASI PRIA. </p>
<p><a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/luckystar/smiley/Konata-nowwherewasI.gif"/></a><br />
Ssst… ada yang angkat tangan dan berkata bukan seperti itu maksudnya.<br />
Lantas apa? Bukankah tadi katanya menuntut hak untuk disamakan dengan pria?<br />
Tahukah kalau hak pria itu apa saja?<br />
Hak pria bukan hanya bekerja di kantor, bukan hanya ikut partai politik, bukan hanya jadi anggota dewan, bukan hanya jadi menteri, bukan hanya jadi presiden, bukan hanya jadi tukang becak, bukan hanya jadi satpam dan lain sebagainya.<br />
Hak pria itu banyak dan sangat banyak.<br />
Gimana para pria? </p>
<p>Ketahuilah Sang Pencipta sudah Maha arif dan bijak dalam menciptakan pria dan wanita. Pasti sudah jelas hak dan kewajiban mereka masing-masing. Toh kenapa kemudian kita yang nota bene hanya merupakan makhluk ciptaanNya mau manjat pagar. Teriak- teriak minta ditambahkan haknya, sementara kewajibannya saja tidak terlaksanakan dengan baik. Mencampur adukkan hak keduanya. Tapi kemudian pilih-pilih dalam menjalankan kewajibannya.</p>
<p><a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/luckystar/smiley/Konatakick.gif"/></a><br />
Dengan alasan karir kadang anak yang dimiliki tidak bisa membedakan mana ibu mana pembantu. Bahkan bukan tak sering sang pembantu yang menjadi ibunya. Parahnya lagi karena terlalu karirnya. Akhirnya meski tidak melalui tanda tangan surat serah terima jabatan alias sertijab. Kepemimpinan rumah tangga dipegang oleh ibu. Sebaliknya, sang lelakipun dengan suka rela dan tanpa merasa bersalah jadi A Be Ka di rumah tersebut. Sayangnya, ketika genteng bocor sang ibu malah menyuruh suaminya yang memperbaiki. Ketika anak menangis minta disusukan, bukan sang Bapak yang memberinya, tetap saja si anak menyusui lewat sang ibu. </p>
<p>Tapi katanya mau  emansipasi. Menutut persamaan hak. Tapi ko’ separuh-separuh. <em>Piye toh?</em></p>
<p>Ohh ternyata dan ternyata emansipasinya cuman basa basi. Ternyata juga emansipasi yang hampir benar itu hanya seperti mereka yang berada diantara keduanya tadi. Pria yang cantik dan wanita yang ganteng. Itupun hampir. Meski saia juga tidak setuju dengan semua ini. Bagi saia  mah jelas, seperti yang dikatakan di atas tadi: wanita ya wanita, bukan pria, bukan pula diantara keduanya. Gitu! </p>
<p><a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/luckystar/smiley/Konatasleepyavatar.gif"/></a> Kalaupun kemudian ada yang lebih mengekerucut pada permasalahan ‘terdzoliminya’ hak. Yang terbaik itu adalah jangan melakukan demonstrasi dulu. Apalagi sampai melibatkan Pak Polisi. Lihatlah diri, berkaca, jangan nyisir, apalagi sambil nyengir.<br />
<a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/luckystar/smiley/ththwatashiga.gif"/></a><br />
Tapi tanyakan:<br />
 ‘Hey… sudahkah saia ini melaksanakan kewajiban yang ada dengan baik?’</p>
<p>Akhirnya teringatlah oleh saia sebuah kalimat penggugah yang berbunyi:<br />
<strong>‘Jika ingin menuntut hak yang sempurna, maka sempurnakanlah kewajibanmu terlebih dahulu’</strong></p>
<p>Kontrakan yang sepi, 21 April &#8211; minus 1 jam 21 menit- 2010<br />
Salam dari seseorang yang InsyaAllah akan berjumpa dengan ‘kartini’<br />
Ting ting!</p>
<p><strong>Adhe Quthb<br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adhequthbz.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adhequthbz.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adhequthbz.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adhequthbz.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adhequthbz.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adhequthbz.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adhequthbz.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adhequthbz.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adhequthbz.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adhequthbz.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adhequthbz.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adhequthbz.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adhequthbz.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adhequthbz.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhequthbz.wordpress.com&amp;blog=9227655&amp;post=138&amp;subd=adhequthbz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhequthbz.wordpress.com/2010/04/21/emansipasi-basa-basi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9258337b6ea9535312880e17b751a2fe?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adhequthb</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/luckystar/smiley/kagami0202bis.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/luckystar/smiley/Konata-nowwherewasI.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/luckystar/smiley/4531790.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/luckystar/smiley/akira0401.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/luckystar/smiley/kagamin-pocky.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/luckystar/smiley/Konata-nowwherewasI.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/luckystar/smiley/Konatakick.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/luckystar/smiley/Konatasleepyavatar.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/luckystar/smiley/ththwatashiga.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Nila Setitik, Susu Sebelanga:  Kenapa Harus Cari Perkara?</title>
		<link>http://adhequthbz.wordpress.com/2010/04/14/nila-setitik-susu-sebelanga-kenapa-harus-cari-perkara/</link>
		<comments>http://adhequthbz.wordpress.com/2010/04/14/nila-setitik-susu-sebelanga-kenapa-harus-cari-perkara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2010 09:36:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhe quthb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhequthbz.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Kebanyakan dari kita sudah tidak asing lagi dengan peribahasa ‘gara-gara nilai setitik, rusak susu sebelanga’. Peribahasa ini setau saia menggambarkan akan akibat dari sesuatu yang kecil tapi kemudian bisa merusak dan merasuk kelingkungannya yang besar. Gini saja, biar peribahasa ini lebih muda kita pahami. Coba ambilkan setitik minyak tanah dan masukkan ke tempat air minummu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhequthbz.wordpress.com&amp;blog=9227655&amp;post=135&amp;subd=adhequthbz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://myspace.laymark.com"><img src="http://www.laymark.com/i/o/11.gif" alt="MySpace" border="0"/></a> Kebanyakan dari kita sudah tidak asing lagi dengan peribahasa ‘gara-gara nilai setitik, rusak susu sebelanga’. Peribahasa ini setau saia menggambarkan akan akibat dari sesuatu yang kecil tapi kemudian bisa merusak dan merasuk kelingkungannya yang besar. Gini saja, biar peribahasa ini lebih muda kita pahami. Coba ambilkan setitik minyak tanah dan masukkan ke tempat air minummu. Pasti minumannya akan terasa minyak tanahkan? Dan minumannya tidak enak lagi diminumkan? Bukankah minyak tanahnya hanya setitik? Yo-i, jadi begitu jualah dengan kasus si nila sama si susu itu.</p>
<p><a href="http://myspace.laymark.com"><img src="http://www.laymark.com/i/o/82.gif" alt="MySpace" border="0"/></a> Dalam kehidupan, gambaran nyata dari peribasaha tersebut atau kisah minyak tanah dengan air itu sering kita alami. Tidak tahu pasti kapan peribahasa ini muncul. Sebelum masehi atau sesudahnya. Dan terlepas apa maksud sebenarnya dari pembuat pribahasa tersebut. Saia hanya ingin berpendapat bahwa selayaknyalah peribahasa seperti jangan sering-sering kita gunakan. Gunakanlah ia dalam perkara yang krusial, sepeti keimanan. Kalau ini kan jelas, misalnya kalau ada seorang yang murtad, maka kemurtadannya itu akan menghapus segala pahala-pahala yang dibuat sebelumnya. Karena tempat orang murtad adalah neraka. Benarkan? <span id="more-135"></span></p>
<p>Nyatanya nih, kita lebih menyamakan nila dengan sesuatu yang teramat kecil. Kalau dalam hitungan matematikanya dapat diabaikan. Lebih kecil dari mikroba malah. Bahkan terkadang nila itu masih diluar belanga. Kitanyalah yang kemudian memperkeruh suasana, akhirnya terteteslah nila itu ke belanganya susu. Tidak cukup hanya di situ, malah kita yang mengaduk-adukkannya. <a href="http://myspace.laymark.com"><img src="http://www.laymark.com/i/o/85.gif" alt="MySpace" border="0"/></a></p>
<p>Padahal, bisa saja kita menjauhkan nila dengan susu yang dalam belanga itu agar kemungkinan nila itu menetes ke susu tidak terjadi. Atau juga ketika nila itu sudah tertetes di susu, masih ada kesempatan untuk memastikan apakan nila itu asli atau palsu misalnya. Banyaklah caranya untuk mengamankan agar susu itu senantiasa baik dan terlihat baik.<a href="http://myspace.laymark.com"><img src="http://www.laymark.com/i/o/07.gif" alt="MySpace" border="0"/></a></p>
<p>Kalo kita sadari, itulah hidup kita. Hidup yang terlalu sibuk memperhatikan kesalahan atau aib orang lain. Sampai-sampai lupa dengan kesalahan dan aibnnya sendiri. Bahkan salahnya orang lain itu lebih kecil dibandingkan dengan salahnya kita. Ketika orang lain salah, kita menutup ruang untuk pembelaan. Namun ketika kita yang salah, beragam kata kita keluarkan. Beribu alasan kita lontarkan. Semua untuk memberikan celah bahwa kita masih ada harapan benar. <a href="http://myspace.laymark.com"><img src="http://www.laymark.com/i/o/80.gif" alt="MySpace" border="0"/></a></p>
<p>Pertanyaannya, jika demikan usaha kita untuk membenarkan diri, mengapa kita terkadang sangat sulit memberikan ruang yang sama dengan orang lain. Terlebih lagi ketika kita –katanya- merasa sakit hati dengan orang itu. Waw waw waw waw… <a href="http://myspace.laymark.com"><img src="http://www.laymark.com/i/o/10.gif" alt="MySpace" border="0"/></a></p>
<p>Jika kita melihat kepada permasalahan kehidupan, baik dalam bermasyarakat atau bangsa ini misalnya. Saia menilai semua tidak lain akibat kitanya yang selalu mempermasalahkan nila yang sedikit itu. Padahal mengapa kita tidak berpikir untuk menyelamatkan ratusan belanga susu yang masih belum terusak oleh nila itu? </p>
<p><a href="http://myspace.laymark.com"><img src="http://www.laymark.com/i/o/11.gif" alt="MySpace" border="0"/></a> Singkatnya, sekarang marilah kita untuk senantiasa menjernihkan pikiran, berbesar hati terhadap sedikit masalah yang menimpa diri. Bersyukurlah terhadap banyaknya nikmat yang telah didapatkan. Sebelum memandang salah orang lain, ada baiknya terlebih dahulu memandang salah diri. Mana tau salahnya orang lain itu berawal dari salahnya kita. Termasuklah saia. Saia juga harus begitu. Masalah memang mudah dicari, tapi jika masih bisa kita menghindari mengapa tidak? Jadi, kalau ada nila setitik dan susu sebelanga. Biarkan saja, jangan cari perkara! Apalagi itu bukan nila dan susu milik kita. <a href="http://myspace.laymark.com"><img src="http://www.laymark.com/i/o/46.gif" alt="MySpace" border="0"/></a></p>
<p><a href="http://myspace.laymark.com"><img src="http://www.laymark.com/i/o/108.gif" alt="MySpace" border="0"/></a> Ah sungguh indah jika hidup seperti ini…. Hidup yang disibukkan dengan aib sendiri… Tidak mencari perkara, berusaha menghindarinya. Banyak instropeksi diri dengan memperhatikan sudah berapa banyak belanga susu yang telah kita teteskan dengan nila.<a href="http://myspace.laymark.com"><img src="http://www.laymark.com/i/o/24.gif" alt="MySpace" border="0"/></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adhequthbz.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adhequthbz.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adhequthbz.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adhequthbz.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adhequthbz.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adhequthbz.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adhequthbz.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adhequthbz.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adhequthbz.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adhequthbz.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adhequthbz.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adhequthbz.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adhequthbz.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adhequthbz.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhequthbz.wordpress.com&amp;blog=9227655&amp;post=135&amp;subd=adhequthbz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhequthbz.wordpress.com/2010/04/14/nila-setitik-susu-sebelanga-kenapa-harus-cari-perkara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9258337b6ea9535312880e17b751a2fe?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adhequthb</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.laymark.com/i/o/11.gif" medium="image">
			<media:title type="html">MySpace</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.laymark.com/i/o/82.gif" medium="image">
			<media:title type="html">MySpace</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.laymark.com/i/o/85.gif" medium="image">
			<media:title type="html">MySpace</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.laymark.com/i/o/07.gif" medium="image">
			<media:title type="html">MySpace</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.laymark.com/i/o/80.gif" medium="image">
			<media:title type="html">MySpace</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.laymark.com/i/o/10.gif" medium="image">
			<media:title type="html">MySpace</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.laymark.com/i/o/11.gif" medium="image">
			<media:title type="html">MySpace</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.laymark.com/i/o/46.gif" medium="image">
			<media:title type="html">MySpace</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.laymark.com/i/o/108.gif" medium="image">
			<media:title type="html">MySpace</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.laymark.com/i/o/24.gif" medium="image">
			<media:title type="html">MySpace</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mensyukuri Lapar</title>
		<link>http://adhequthbz.wordpress.com/2010/04/08/mensyukuri-lapar/</link>
		<comments>http://adhequthbz.wordpress.com/2010/04/08/mensyukuri-lapar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 12:11:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhe quthb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhequthbz.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Lapar jika didefinisikan secara singkat berarti titik krusial yang menyebabkan perut kriuk-kriuk. Emm definisi ini bukan dari KBBI alias Kamus Besar Bahasa Indonesia. Tapi ia adalah terjemahan dari refleksi yang pernah saia alami. Setelah saia renungi, akhirnya terpikirlah oleh saia bahwa lapar itu ketika saia begituuu. Ada semacam kriuk-kriuknya… Hihi Dan apapun kemudian definisi lapar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhequthbz.wordpress.com&amp;blog=9227655&amp;post=112&amp;subd=adhequthbz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/yoyocici/smiley/yociexpress01.gif"/></a> Lapar jika didefinisikan secara singkat berarti titik krusial yang menyebabkan perut kriuk-kriuk. Emm definisi ini bukan dari KBBI alias Kamus Besar Bahasa Indonesia. Tapi ia adalah terjemahan dari refleksi yang pernah saia alami. Setelah saia renungi, akhirnya terpikirlah oleh saia bahwa lapar itu ketika saia begituuu. Ada semacam kriuk-kriuknya…  Hihi <a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/yoyocici/smiley/alis.gif"/></a></p>
<p>Dan apapun kemudian definisi lapar menurut anda, intinya lapar itu ya lapar. Pernah lapar bukan?<br />
Apalagi bagi umat muslim, ada bulan untuk  dianjurkan menahan rasa lapar dalam waktu dan aturan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Yaitu bulan ramadhan dengan aktifitas shaumnya.</p>
<p>Bersyukurlah jika anda merasakan lapar, karena sangat diyakini jika ada manusia yang tidak merasakan lapar. Berarti manusia tersebut dapat dikategorikan bukan manusia.  Jadi apa? Ya bukan manusia, hehe.. Pokoke dia bukan masuk golongan manusia, karena rasa lapar adalah rasa yang pasti menjadi kepunyaan manusia. Itu rasionalitas normalnya. Selebihnya, gak normal? Begitulah kira2 <span id="more-112"></span></p>
<p>Ehmm bukan hanya orang miskin yang katanya karena tidak ada uang untuk makan lantas akhirnya merasakan lapar dan kelaparan malah. Tapi lapar juga menjadi milik orang kaya raya, yang ketika lapar dapat dengan mudah menghilangkan kelaparannya.</p>
<p>Secara umum, lapar adalah suatu bentuk kekurangan. Terjadinya penyusutan ‘material ‘di dalam perut kita akibat aktifitas yang dilakukan. Sehingga untuk terjaga aktifitas-aktifitas tersebut diperlukan lagi bentuk konsumsi yang kemudian kita namakan makan. Ini juga bukan menurut kamus, tapi masih menurut renungan pengalaman saia, hiihii <a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/yoyocici/smiley/alis.gif"/></a></p>
<p>Truss… <a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/yoyocici/smiley/angin2.gif"/></a><br />
Sebelum lapar, kita biasanya mendapatkan sinyal yang merangsang atau ‘pressure’ untuk bersegera melakukan aktifitas makan itu. Oleh karena itu dianjurkan makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Sebelum lapar inilah yang menurut saia adalah ketika tanda-tanda lapar tersebut sudah muncul. </p>
<p>Kemudian mengapa kita harus mensyukuri lapar? Karena saia pikir dari laparlah kita merasakan nikmatnya makanan itu. Iyakan? Ketika lapar kita akan bisa melahap dengan sempurna apa saja yang bisa dimakan. Asal bukan sejenis batu, aspal, tembaga, pasti dilahap dengan sempurna. Apalagi ditambah dengan kondisi kehidupan yang dihimpit oleh persolaan ekonomi yang intinya adalah money. Makan apa aja dah, yang penting bisa mengantarkan kepada kenyang. Cukup! <a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/yoyocici/smiley/makan_makan.gif"/></a></p>
<p>Beda ketika kita dalam keadaan kenyang, bahkan sangat kenyang. Meskipun yang terhidang sekarang itu adalah makanan kesukaan. Meskipun semua menu telah tersajikan dan tinggal dimakan saja. Semuanya tidak akan mampu memberikan selera untuk makan. Alias sudah mentok! <a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/yoyocici/smiley/shutup.gif"/></a></p>
<p>Anehnya mengapa kita selalu –meski sepertinya tidak semua- mempermasalahkan lapar. Ketika lapar kita krasak krusuk. Cepat-cepat untuk mengubah sejarah laparnya menuju kenyang atau kekenyangan. (Bahkan katanya ada yang sampai berantam  <a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/yoyocici/smiley/ayo1.gif"/></a> dan terjadi pertumpahan darah…Wualah!). Mending setelah kenyang barulah kita berucap Alhamdulillah, sebuah rasa syukur. Itupun bagi yang nyadar. Bagi yang nggak, sadarlah! Tobat deh! <a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/yoyocici/smiley/doa.gif"/></a></p>
<p>Lantas mengapa kita hanya mensyukuri kenyang dan tidak mensyukuri lapar?<br />
Jika lapar disisi lain berupa kekurangan yang kita miliki,  haruskah kita selalu mengeluh dengan kekurangan itu?<br />
Bukankah kekurangan itu juga merupakan ciptaan dariNya?</p>
<p>Dalam study kasus. Bukan kasus century atau pajak yang saia pikir telah membuat berjuta rakyat miskin tambah laparrrr. Tapi ini adalah kasus yang tanpa saia sadari memberikan pelajaran bagi saia terutama pelajaran agar bagaimana saia dan kita selalu senantiasa bersyukur atas apa yang telah diberikanNya. </p>
<p>Kasusnya begini, saiakan tinggal kosan dan sekaligus bekerja sambilan juga. Saia perhatikan kondisi orang-orang di kosan dan tempat kerja saia ada perbedaan yang sangat kontras. Kalau dikastakan antara Brahmana da sudralah. Tapi perbedaan yang saia maksud disini adalah berkaitan dengan lapar, yaitu makan.</p>
<p> Yaiyalah bagi yang ngekos dengan kondisi uang ngos-ngos, ngak ngejoss pasti sudah paham bener bagaimana kondisi makannya. Kadang siang makan, pagi nggak. Ada juga yang makannya hanya sore saja, dengan maksud merapel makan siang dan malam sekaligus, biar balance gitu. (Pengalaman nih? Haha…)  Itu baru waktu makan, belum lagi bicara apa yang dimakannya. Intinya yang penting makan, Yang penting tetap halal dan tayyib , so pastie!</p>
<p>Sementara itu, di tempat kerja saia, menu makannya tidak sesederhana seperti dikosan tadi. Apa yang terjadi kemudian. Di tempat kerja saia melihat adanya semacam kejumudan (jemu) untuk menyantap makanan yang menurut saia dan teman kosan saia adalah makanan yang spesial sangat jika dibandingkan dengan gorengan ikan teri atau sekedar rebusan mie instant, gak pake kecap lagi! Bahkan mereka yang ditempat kerja itu terkadang ada yang tidak selera makan dengan menu enak tersebut. Ada juga yang merindukan makanan sederhana seperti di kosan kami. Bolak-balik! <a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/yoyocici/smiley/arabian.gif"/></a></p>
<p>Kasusnya begitulah. Jadi, inilah salah satu alasan mengapa saia mengatakan kita harus mensyukuri lapar, yang juga bisa diterjemahkan dengan kekurangan itu. Karena …</p>
<p>jika kita terbiasa enak, maka kita akan cenderung tidak akan merasakan lagi bahwa yang enak itu enak. Tapi ketika kita tidak terbiasa dengan yang enak, di mana kondisi kita memang  sering tidak enak. Pastii ketika ketemu yang enak, akan benar-benar merasakan enaknya enakk itu. Euuunakkkk tenan! </p>
<p>So, yuk syukuri apapun yang kita miliki hari ini.<br />
Karena itulah yang terbaik di hari ini yang diberikan oleh NYA.<br />
Karena bukan hanya kenyang, lapar juga ciptaanNYA.<br />
Bukankah tidak ada ciptaanNYA yang sia-sia?</p>
<p>End, Selamat Mensyukuri Lapar dan Warning Berat buat yang sering kekenyangan <a href="http://xtremenitro.org" title="Friendster Smiley - MySpace Emoticons - Multiply Smiley"><img src="http://cinta.kaskusradio.com/yoyocici/smiley/meledak.gif"/></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adhequthbz.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adhequthbz.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adhequthbz.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adhequthbz.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adhequthbz.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adhequthbz.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adhequthbz.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adhequthbz.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adhequthbz.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adhequthbz.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adhequthbz.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adhequthbz.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adhequthbz.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adhequthbz.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhequthbz.wordpress.com&amp;blog=9227655&amp;post=112&amp;subd=adhequthbz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhequthbz.wordpress.com/2010/04/08/mensyukuri-lapar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9258337b6ea9535312880e17b751a2fe?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adhequthb</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/yoyocici/smiley/yociexpress01.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/yoyocici/smiley/alis.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/yoyocici/smiley/alis.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/yoyocici/smiley/angin2.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/yoyocici/smiley/makan_makan.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/yoyocici/smiley/shutup.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/yoyocici/smiley/ayo1.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/yoyocici/smiley/doa.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/yoyocici/smiley/arabian.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://cinta.kaskusradio.com/yoyocici/smiley/meledak.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menulis itu Sulit!</title>
		<link>http://adhequthbz.wordpress.com/2010/04/06/menulis-itu-sulit/</link>
		<comments>http://adhequthbz.wordpress.com/2010/04/06/menulis-itu-sulit/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2010 07:58:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhe quthb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekolah Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[sulit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhequthbz.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan awalnya, Mengapa? Ting! Agar tidak terjadi sesuatu yang diinginkan, maka sebelum tulisan ini dlanjutkan, saia ingin menyampaikan dua hal penting. Pertama, tulisan ini saia buat awalnya untuk didekasikan kepada saia sendiri. Tapi Kalo kamu mw juga boleh… serius boleh.. yaudah baca dan ambil aja! Kedua, Ini bukan tulisan motivasi atau sekedar memberi trik jitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhequthbz.wordpress.com&amp;blog=9227655&amp;post=100&amp;subd=adhequthbz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Pertanyaan awalnya, Mengapa? </em></strong><strong></strong></p>
<p>Ting! <a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/famous1.gif"/></a><br />
Agar tidak terjadi sesuatu yang diinginkan, maka sebelum tulisan ini dlanjutkan, saia ingin menyampaikan dua hal penting. Pertama, tulisan ini saia buat awalnya untuk didekasikan kepada saia sendiri. Tapi Kalo kamu mw juga boleh… serius boleh.. yaudah baca  dan ambil aja! </p>
<p>Kedua, Ini bukan tulisan motivasi atau sekedar memberi trik jitu dalam dunia penulisan sebagai mana yang telah dibeberkan oleh para penulis handal. Lagi pula saiakan belum termasuk dalam daftar penulis yang ter-ter itu. Jadi belum pantes dan saatnya saia fokus memotivasi atau memberi trik jitu untuk orang lain. Toh saia sajjja masih butuh dan sangat butuh itu semua.<a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/laughing18.gif"/></a></p>
<p>Buktinyaaa:  tulisan ini hadir diawali dengan kondisi saia yang sulit untuk membuat tulisan. Bayangkan, dari keinginan nulis yang telah diazzamkan akan dilaksanakan ketika saia bangun dari tidur. Nyatanya hingga kini, hingga saia akan tidur lagi, persis tepatnya beberapa menit akan memasuki pergantian hari baru. Saia belum juga bisa untuk menulis. Gawatkan? Meski tidak masuk Unit Gawat Darurat (UGD). Karena saia yakin masih ada yang ingin menulis hari ini tapi sudah seminggu atau sebulan bahkan setaun atau dua tiga empat lima taun, malah mati duluan tapi belum nulis-nulis juga. Ngakuu?!  Tapi special buat yang sudah mati gak perlu ngaku deh!  <span id="more-100"></span></p>
<p>Okay, saia  gak mw bicara siapa-siapa, apalagi bicara sama yang sudah mati. Saia hanya mau berpikir  tentang saia yang juga belum bisa menjalani azzam itu. Saia pikir, saia pikir, dan terus berpikir meski tidak terlalu lama mikir atau kadang hanya pura-pura mikir. Saia dapat satu pertanyaannya, yaitu: Apakah semua ini karena ide? Yah memang kadang ide menjadi alasan saia dan kita untuk tidak mau menulis. Kalau bahasa lembutnya gara-gara ide kita jadi belum siap menulis. Bener gak? </p>
<p>Ehmm Beda tipis memang antara tidak mau dengan belum siap. Perkara di mana letak bedanya, saia pikir biarlah pribadi kita masing-masing yang menentukannya. Hanya yang ingin saia katakan di sini, sebenarnya apakah benar ide yang sangat mempengaruhi sehingga dalam sehari ini saia tidak sama sekali menghasilkan sebuah tulisan bahkan sekedar paragrapfsingkat di buku catatan harian saia? <a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/fighting0.gif"/></a></p>
<p>Sungguh tidak! Justru mengapa saia berazzam untuk menulis itu tidak lain karena saia punya ide. Bukan untuk sok pamer ide, sungguh banyak ide saia.  Bahkan ide itu sudah dituangkan dalam kalimat-kalimat pendek di note ponsel saia. Ini adalah salah satu cara bagi saia agar nanti ide itu tidak simpang siur ketika semangat saia mau menulis muncul. Bagi saia ide itu jangan dicari, karena ianya memang ada di mana-mana. Jadi tinggal ambil saja. <a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/sporty0.gif"/></a></p>
<p>Okay, berarti Ide ada, lha lantas mengapa saia masih belum juga menulis? setelah saia pikir lagi,saia masuk ke nuansa hunian atau lingkungan saia. Mungkinkah lingkungan  saia yang tidak mendukung?  Hal ini terpikir tentu dengan kondisi yang saia rasakan. Memang karena kehidupan saia masih dalam suasana  kosan yang kebebasan berekspresinya cukup tinggi. Mulai dari teriakan orasi, berpuisi, nyanyi-nyanyi,  dan ada juga lantunan ayat suci. Nah kalo yang terakhir ini no problem. Memang wajib untuk didengarkan.<a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/sporty36.gif"/></a></p>
<p>Dari parapan itu saia pikir dapatlah terbayangkan oleh saia dan kita bahwa bagaimana suasana hari-harinya yang terjadi. Apakah ini masalah bagi saia sehingga saia belum juga menulis? Tidak sama sekali, bukan ini! Kalau ini alasannya, berarti saia terlalu mendahulukan alasan untuk sebuah pembenaran. Membenarkan bahwa tidak menulisnya saia itu wajar. Tapi saia tidak mau melakukan pembenaran. Bukankah dengan jelas telah tercatat bahwa betapa banyak penulis yang telah menghasilkan tulisannya dibalik jeruji besi? Bahkan tulisan mereka merupakan tulisan yang dibukukan dan bukunya mempunyai mutu yang luar biasa baik dari segi penulisan sampai pengaruh tulisannya. </p>
<p>Terlalu jauh enaknya lingkungan saia ini jika dibandingkan dengan sebuah penjara. Belum lagi ketika berbicara faktor penunjang lainnya. Betapa mudah bagi saia untuk menulis dengan bantuan laptop yang ada di hadapan saia. Mana bisa dibawa kesana kemari, bahkan kalau mau ke kamar mandi saja bisa.  Kalau salah bisa edit sesegera mungkin. Menulis bisa sambil tiduran dengan diiringi musik instrument favorit. Belum lagi menu teh hangat ditambah variasi cemilan dan segala macam faktor penunjang lainnnya. Sementara mereka? Saia pikir penjara pasti tidak sedemikian rupa nyamannya. Kecuali bagi mereka yan tidak tau diri. Masuk penjara, eh mau minta kamar mewah. Seperti beberapa kasus yang pernah kita dengar itu tuh. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi apa yang membuat saia sulit untuk menulis? Setelah saia pikir lagi, makin banyak alasan yang dapat saia jadikan alasan. Itu jika saia mau banyak beralasan. Tentu saia tidak mau banyak beralasan. End, saia mengkerucut pada pada satu jawaban saja, yaitu menulis. itulah kesimpulan saia. Simplenya ingin saia katakanabegini “Sesuatu yang membuat saia  sulit untuk menulis adalah menulis itu sendiri”. Yaa menulis, bukan berbicara atau berfantasi ria! <a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/angel2.gif"/></a> </p>
<p>Saia pikir siapapun penulis terkemuka, tidak akan pernah menghasilkan sebuah tulisan yang laris manis ketika dia tidak memulai dengan menulis! Bahkan awal tulisannya tidaklah seindah seperti apa yang pernah saia baca.</p>
<p>Intinya: saia harus menulis… Menulislah! Saia ambil pena, saia tulis! Saia buka layar laptop, saia mainkanlah jari-jari di tuts keyboard! </p>
<p>Jika semua ini telah saia lakukan, berarti menulis telah dimulai. Tinggal upaya selanjutnya, yaitu menulis dengan memperhatikan segala macam aturannya, kekhasannya,  termasuk dalam menata ide agar menjadi lebih bermakna dan enak dibaca. Satu lagi, yaitu komitmen untuk terus menulis.</p>
<p>Dan jika saia tidak menulis? Berarti menulis itu memang sulit! Ya bagaimana mau mudah, toh saia tidak menulis-nuliskannya! Singkatnya, kalau saia mau menulis, menulislah!<br />
Dan karena menulis, akhirnya artikel singkat saia ini tercipta.</p>
<p>Saia pikir begitu…<br />
Bagaimana dengan kamu?<br />
Semoga kamu sehat-sehat saja, dan tidak masuk “UGD”. <a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/aloofandbored0.gif"/></a></p>
<p>Awal Senin, 02.17 WIB<br />
Sembari mencoba menulis lagi! Hoaamphhhhhhh *Nguap mode on <a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/aloofandbored12.gif"/></a></p>
<p><a href="http://smileyjungle.com"><img src="http://smileyjungle.com/smilies/agreement8.gif"/></a><br />
Salam dari Saia, Adhe Quthb</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adhequthbz.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adhequthbz.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adhequthbz.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adhequthbz.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adhequthbz.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adhequthbz.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adhequthbz.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adhequthbz.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adhequthbz.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adhequthbz.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adhequthbz.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adhequthbz.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adhequthbz.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adhequthbz.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhequthbz.wordpress.com&amp;blog=9227655&amp;post=100&amp;subd=adhequthbz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhequthbz.wordpress.com/2010/04/06/menulis-itu-sulit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9258337b6ea9535312880e17b751a2fe?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adhequthb</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/famous1.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/laughing18.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/fighting0.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/sporty0.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/sporty36.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/angel2.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/aloofandbored0.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/aloofandbored12.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smileyjungle.com/smilies/agreement8.gif" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
