My Punye
Mungkin anda bertanya kalo gak, yaa tanya aja sypa pemilik rumah virtual inikan?
Okaylah, dengan segala hormat saia persilahkan saia sendiri untuk memperkenalkannya…
Assalamu’alaikum Wr Wb
Bismilllahirrahmanirrahim…
Alkisah saia adalah seorang bayi yang dulu terlahir dengan jenis kelamin laki-laki dan berat badan beserta tinggi badan masuk dalam kategori normal. Alhamdulillah:) begitulah katanya nuansa suka yang terjadi pada waktu itu terutama nuansa hati Emak dan Bapak saia plus 3 abang dan 3 kk saia. Jika dipelajari secara seksama dan jika matematikanya pembaca tidak jeblok pasti pembaca pada tahukan kalo saia anak keberapa?
Mengenai kronologis pastinya, saia tidak tw hari keberapa nama yg saia pake hari ini diberikan, tapi berdasarkan naskah surat lahir yg sekarang saia arsipkan dapat di identifikasi bahwa pemberian nama itu tidak lebih dari 10 hari kelahiran saia. Dan begitu jugalah dengan kajian historis nama tersebut. Meski tidak terlalu njelimet seperti pencarian kebenaran kasus G-30S/PKI, nama yang saia sandang sekarang mempunyai landasan sejarah dan visi tertentu dari hasil perbincangan yang cukup hangat antara emak dan bapak waktu itu)*
Oiya, mengenai kota yang orang kota menyebutnya dengan sebutan kampung kelahiran saia, pembaca tidak perlu terlalu susah mencarinya coz dengan melewati berbagai transportasi dan dalam waktu yg sesingkat-singkatnya dijamin sudah pasti sampai, paling banter kesasar ke negara tentangga, seperti Singapore. Okay biar gak kesasar dan karena kebaikan saia:), saia langsung kasi tau saja tempat lahir tersebut… DABO SINGKEP, itulah kotanya. Saia tidak akan bercerita panjang tentang kota ini, karena untuk lebih jelasnya silahkan saja pembaca minta bantuan dengan Mr. Google. okay?
Ooo, ada yang lupa, dikarenakan dabo singkep itu luas kecuali sekarang akibat orang2 tebiat yang nak melenyapkannya di muka bumi, maka tepatnya tempat tinggal saia ketika itu berada di daerah TANJUNG JODOH, sebuah lokasi yg hutannya ketika saia masih SD masih sangat asri, sekarang? Langsaiiii sudah! ehm Sebuah lokasi yang dekat daerah kuburan tapi karena bisikan syaitan banyak pumuda pemudi menjadikannnya sebagai tempat kencan… dahsyat!
Bla..Bla.. Bla… dengan perlakuan didikan sempurna dan tak kenal henti oleh kedua ortu, keluarga, ditambah dengan motivasi kalau tak ingin dibilang ceme’ehan orang sekitar akhirnya saia BERHASIL, BERHASIL, BERHASIL masuk ke Sekolah Dasar tanpa melalui keasyikan bermain di Taman Kanak-Kanak. Tak perlu dijelaskan mengapa saia tidak bisa merasakan manisnya dunia bermain di TK atau begitu merasa BERHASIL ketika bisa masuk ke SD. Barangkali pembaca akan bertanya begini dan begitu… Maybe! Terserah apapun pertanyaannya, yang pastinya saia akan selalu mempercayai TUHAN dengan MAHA ADILNYA akan selalu ADIL dengan hamba-hambaNya.
Tik tik tik…. bukan bunyi hujan bunyi jarum jam yang selalu bergerak disetiap detik jika batterynya tidak lowbat membawa hari-hari saia dihidupi dengan berbagai macam sandiwara hidup, baik yang bertemakan tragedy :’( ataupun komedi:) dan sandiwara yg tidak jelas apakah tragedy atau komedi…. Tapi itulah dunia saia sehingga secara formalitas saia bisa menyelesaikan pendidikan disalah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia ini tepat 1 bulan sebelum umur saia genap ¼ abad. Dengan umur yang segini ini, tentu sangat banyak pelajaran beharga yg saia dapatkan bukan hanya dalam kelas-kelas sekolahan/perkuliahan tetapi lebih dari itu alamNya yg terbentang luas selalu memberikan pelajaran yang sangat berarti. Tergantung saianya yang sensitif atau tidak untuk selalu belajar dari sang alam.
Nah… Cerita tentang prestasi belajar, meski bukan penyumbang medali emas di ajang kompetisi sains tingkat Internasional, di tingkat nasional? pun jangan ditanya, tidak pernah sama sekali! Medali perak, perunggu? tidak juga. haa?? Ssst… bukan berarti saia bodoh,, karena walopun mungkin saia ceritakan apa saja yg telah saia raih, dan pembaca pasti akan mengatakannya sebagai prestasi yang sederhana, bahkan tidak menyamakannya dengan sebuah prestasi, tapi bagi saia semua yang saia dapatkan tersebut sudah cukup (meskipun sama sekali belum puas) ditengah kondisi saia saat itu. Singkat cerita, meski dalam catatan akademis saia pernah alpa alias bolos, diskorsing 3 hari waktu SMA akibat ‘aksi tulis menulis yang salah sasaran’, cabut sekolah dengan ‘sopan’ sampai menghabiskan studi dibangku kuliah pada program strata satu yg setara dengan teman saia yang telah lebih dahulu mengakhiri studi masternya.. tapi sekali lagi, saia tidak pernah menyesali itu semua, coz bagi saia, saia punya prestasi tersendiri dibalik pasal-pasal yang telah menjadi riwayat hidup saia itu.
Dan… satoe lagi, tentang cerita ‘cinta’, saia jg punya cerita tersendiri. Sebagai insan normal dan hidup di perubahan zaman yang begitu cepat serta perubahan iklim yang terjadi sehingga menyebabkan suhu bumi semakin tinggi, tentu semakin banyak orang membutuhkan tempat ‘berlindung’ bukan? Wusshh, berlindung disini tentu harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, bukan malah terjebak dalam ruang pelecehan, ngertikan? Ehmm tentu sebagai insan yang punya hati dan rasa suka fakta ‘jatuh’ dan ‘dijatuhi’ menjadi sesuatu yg tak dapat terelakkan. Katakanlah dari ‘cinta kya monyet waktu SD’ emang monyet tw arti cinta? Kan yang taunya monyet cuman pisang? sampe tragedi ‘tembak-menembak’ baik melalui serangan langsung, maupun gerakan gerilya alias dengan sinyal-sinyal isyarat yang artinya tidak lebih ‘aku suka kamu’ ‘aishiteru’… baik berupa reaksi spontan, satu arah, bahkan reaksi timbal balik… hehe:)
Ehmm ooh jadi begitu toh kamu??? Upzz jangan pikir jauh2 dulu… dalam menghadapi itu semua saia punya cara tersendiri, meski terkadang bahkan sering menyimpang dari aturan yang telah ditetapkan sesuai pedoman yg telah diaturNYA… tapi memang karena saia mengetahui bahwa dalam keadaan tertentu akibat situasi tertentu sulit membedakan mana cinta mana nafsu, mana pacaran mana temanan, maka dengan cara tersendiri pula saia mengklimakskan semua kisah klasik itu, mengklimakskan keabstrakan itu… agar kemudian saia bisa bebas dari rasa ini dan rasa itu. Sehingga ibarat kurva normal saia hanya berusaha mengembalikan kondisi akibat cara penyelesaian yg saia buat sendiri itu, coz saia sangat yakin takdirNya pasti adil dan terbaik buat saia, dan kamu… kamu??? Peace! So.. maaf buat yang pernah merasa begini dan begituu… jangan pernah merasa tersakiti coz bukankah adzabNya lebih sakit? okay? Smoga Sang Maha Cinta mengampuni segala dosa-dosa kita semua di muka bumi ini yang telah dibutakan oleh cinta yang semu, cinta yang tak jelas arahnya, walaupun kadang dipaksa-paksakan dengan logika untuk menjelaskannya,… tapi toh tetap saja DIA maha tahu di atas segalahnya, meskipun itu berupa secuil niat yang salah… Semua karena saia sudah punya pilihan, pilihan bukan sekedar suka dan sementara…. Kata Pak Mario Teguhkan, Lelaki sejati adalah lelaki yang berani menolak kehadiran perempuan lain karena kesetiaannya… ciee.ciee… hehe
Sedikit lagi… cerita tentang tulis menulis, saia bukanlah seorang yang hobbi menulis, sama sekali bukan hobbi saia. Saia adalah orang yang malas untuk menulis. Menulis bagi saia hanya merupakan sebuah manifestasi kontribusi pemikiran dari kerisauan terhadap fenomena kehidupan yang terjadi. Jadi karena risau saya nulis! Gitu aja! Dan… Meski baru tertatih-tatih dalam menulis ‘serius’ dan mengasah pisau kerisauan ini dimulai setelah memasuki fase injurytime masa kuliah, Alhamdulillah beberapa tulisan saia diantaranya berhasil terbit di kolom opini beberapa surat kabar, seperti Batam Pos, Koran Riau, Banjarmasin Pos, Sriwijaya Pos, Riau Pos, Riau Mandiri, Lombok Pos, Radar Tegal, Suara Mahasiswa, Surat Kabar dan Tabloid di Kampus. Mmm…..berkaitan dengan aksi tulis menulis ini, akhirnya saia punya target, target saia disuatu saat nanti saia bisa menjadi pengisi kolom tetap di media sekaliber Kompas atau Republika… terus bisa menghasilkan sebuah karya semisal buku yg dicetak dengan beragam bahasa di dunia, berjuta copynya, dan bisa mengilhami banyak orang sehingga bisa di hitungNya sebagai alam jariyah saia… Amiin:)
Terakhir, apakah pembaca sudah mengenal saia? Ehmm… bagi saia itu tidak terlalu penting apakah pembaca masih belum mengenal saia atau tidak, (ntar kalo mw kenalan lebih jauh, pasti ada cara buat kita untuk saling kenal:) tapi setidaknya saia ingin mengatakan bahwa saia adalah saia, bukan anda, bukan dia, karena saia hanya ingin menjadi saia, meskipun anda mengatakan ‘seharusnya begitu, seharusnya begini’…
Karena saia punya harapan tersendiri, karena saia punya takdir tersendiri… maka izinkan, do’kan, dan ikhlaskanlah saia untuk menjemput takdir itu…:)
Maaf jika salah, Wasssalamu’alaikum Wr Wb…
)* Untuk lebih jelasss silahkan langsung temui saksi sejarahnya: Emak dan Bapak saia…

mantap de…hee
mencobe merapikan garis takdir bg… hehe:)
Ngape pulak l;atar belakang tu topekong?
Pluralism siket, amoyyyyyyy… hehe
sangat inspiratif dan mencerdaskan…
“amazing story”
“Luar Biasa”
wkwkkw..biasa aja kaLee…
Mantapz bang…lanjutkan kisah ini kepada keadaan yg Lebih baik Lagi..
harapan kita smua masih tetap bergelora..
intinya: NetraL? hehe
sip, okay bro!
apaayaaa
hayuuu apa???? hihi
salut ….
bg,,post kan lha hasil karya abg
nak dipos lewat mane? kirim no rekening aj ye… hehe
makin meredau aje orang tue sekow ni
nak amoy konon……
wakakakakaka
payah cari amoy berjilbab beso bang
haaa… selat panjang, ad? ckckckckwkwk
Sejarah hidup…
karena hidup itu sejarah…
vith, ko’ link blognya beda? baru?
mantap betul ceritenye,,,,,
boleh tak mintak tok di tag di fb?
oooww… ‘tidak untuk memasuki area fb’ :p
mantap…………………………
tengkiu mafia…. semoge ente makin mantap juga ‘ndut’ nya… hehe peace!
mantp bang
mekaseh2…
semoge kite senantiase dalam kondisi ‘mantab’ selalu okay?
nah..berhubung saia di”paksa” suruh kasi komen di sini, oke deh.. ^^v
pertama, selamat y buat gelar sarjana nyaaa..
secara denotatif nih orang emang ‘g hobi nulis, tapi hobi ngetik (tipis beda antara meyalurkan pemikiran sm narsis y de, hehe)..
nah menjawab pertanyaan sodara adhe, berhubung saia pintar (setelah melalui proses hitung menghitung pake logaritma akar pangkat 4 cosinus 60 dikali faktor k dikurang absorban senyawa) saia tahu bahwa anda adl anak ke 7….(*plok plok plok)
t’akhir, slmt mengarungi dunia baru (sarjana kan…) mudah2an diberikan yang terbaik..amiin..
Pertama, Terimakasih…. iyalah yg udah Apt gitu

Kedua, nah masalah ‘beda tipis’ itu mash dlm tahap penelitian lebih lanjut tya, menurut Adhe (2010:133) perilaku narsis tergantung beberapa faktor diantaranya faktor k. faktor k? kyanya tya lebih ngerti, ngitung dapat 7 itukan pake faktor k? heee…
Ketiga, selamat ya atas keberhasilannya menjawab ’7′, saia pikir ini perlu diapresasi, setidaknya upah nulis gitulah.. haa
Keempat, amiin…
thubhung baru suka2 baca blog orang n susah bikin blog ndiri
okha dah,, dapt djdkan motivasi cerita e……
post yang labiah banyak bang…..
=(^o^)=
InsyaAllah Taki San!

Ganbatte kudasai yo…
Mantapz dhe, lanjutkan berkarya nya
Okay fren… kite lanjutkan yee
keren bg, lanjutkan !!!!!
Kan dari dulu emang keren Sari? hehe