Mohon Maaf Untuk Sesiapapun yang Mampir Disini…
Karena belum bisa aktif memposting lagi…
Do’akan agar saia diberi takdir lebih baik ya… Aamiin..tertanda,
-Adhe Quthb-
Ulang Tahun Negara Atau Balita?
Meski sedari kecil sampai sekarang saia belum pernah merayakan ulang tahun dengan mekanisme perayaan yang diakhiri dengan tiup lilin dan menyanyikan sebuah lagu wajib yang ada kata-kata ‘…panjang umurnya, panjang umurnya…’ itu. Tapi karena tren merayakan ulang tahun ini seakan sudah begitu akrab di daerah saia dan mungkin juga di daerah anda. Akhirnya meski tidak pernah merayakan tapi sesekali dua saia pernah menghadiri perayaan ulang tahun yang ditaja kerabat dekat. Di lihat dari agenda acaranya sepertinya terdapat kesamaan baik bagi mereka yang berkategori Balita (bayi di bawah lima tahun) dengan mereka yang di atas usia tersebut ataupun bagi yang telah di usia ambang batas. Kalaupun ada perbedaan barangkali terlihat dalam bentuk pestanya dan jumlah uang tunai yang melaksanakan pestanya. Meskipun ada yang kadang harus ngutang demi terlaksananya agenda tahunan ini.
Ya kalau anak-anak biasanya dihiasi dengan permainan anak dan lagu anak-anak. Meskipun tidak jarang sang anak menyanyikan lagu yang sering didendangkan kebanyakan orang muda. Sementara jika yang melakukan selebrasi adalah kaum muda mudi. Dapat dipastikan suasananya berbau keceriaan muda-mudi juga. Seperti setingan tempat duduk yang berpasangan sampai pada pesta ala rock ‘n roll dengan goyangan yang tetap dilakukan berpasangan. Meski ada yang dibumbui dengan do’a tapi tak jarang ada yang mengakhirinya dengan pesta minuman keras kadarluarsa. Bagaimana dengan pesta ulang tahun anda? Ada beda? Read more…
Mau Hidup? Harus Mw Brrrr-masalah…
Siapakah yang pernah hidup tanpa masalah? Jika ada, saia berani mengatakan justru orang seperti inilah yang hakekatnya sangat bermasalah. Dunia ini setau saia adalah akumulasi dari berbagai masalah. Mulai kita bangun tidur sampai kita tidur lagi. Mulai dari kita lahir sampai kita di masukkan ke alam kubur. Baik berupa masalah yang kecil sampai segede gedenya masalah pasti akan menghampiri.
Saia yakin, masalah adalah sesuatu yang mutlak akan hinggap dalam kehidupan makhluk yang bernama manusia. Cuman yang terpenting itu adalah bagaimana kita memperlakukannya. Terlalu mengabaikannya juga tidak baik. seperti para aktor pemabuk yang suka minum minuman keras dan berjudi. Atau koruptor yang telah merengguk kekayaan dengan memakan hak orang lain. Tapi mereka sungguh seolah-olah merasa apa yang dilakukannya itu bukanlah suatu masalah. Na’udzubillah semoga kita terlindung dari perilaku semacam ini. Read more…
Menikmati Kesalahan
Andaikan hari ini saia dinobatkan sebagai orang terbaik dunia karena sedikit berbuat kesalahan maka pada hari ini pula saia menjadi orang yang akan susah dan sulit untuk menikmati kesalahan. Padahal menikmati kesalahan itu adalah suatu keharusan yang harus dimiliki oleh setiap insan bernama manusia. Paling tidak menurut apa yang saia pahami…
Ehmm apakah pernyataan saia salah? Maaf teman, tulisan ini diketik dan disebarkan bukan untuk upaya menggonjang-ganjingkan pemikiran. Tidak sama sekali. Jadi baca dulu, baru komentar. Okay? Kalau sebelum membaca sudah berkomentar berarti anda termasuk orang yang tidak menikmati kesalahan. Sekali lagi ini menurut saia! Tapi semua terserah anda, mau baca dulu atau komentar dulu! Read more…
Jangan Salahkan Pengamat!
Saat pertandingan, apalagi pada pertandingan perebutan piala dunia yang hotnya beda tipis dengan kasus video hot yang dihot-hotkan dalam beberapa minggu ini. Dengan seksama kita bisa melihat para pecinta olahraga bola tentu akan memberikan perhatian lebih dalam untuk pertandingan tersebut. Pengamatan terfokus pada gerak gerik sang pemain. Bahkan sekilas dan sedetikpun larinya bola kaki tidak pernah lari dari kedua bola matanya. Meskipun perhatian itu kadang hanya melalui layar kaca. Karena keseriusan pengamatannya, maka sang pemain -yang sudah pasti tidak mengenal siapa dia- pasti akan mendapat koreksi –jika tidak ingin dikatakan cacian- di saat berbuat sedikit kesalahan. Ingat, meski sedikit kesalahan. Setidaknya kesalahan versi dia, sang pengamat!
Padahal itu belum tentu salah menurut pemain.
Tak cukup ‘mengoreksi’ saat pertandingan berlangsung. Pengkoreksian ini terus berlanjut pada perbincangan keesokan harinya. Baik ketika belajar, ketika kerja, ketika makan, ketika di pasar, atau ketika di manapun berada, kecuali di WC. Itupun karena kebetulan sendiri. Meskipun tidak ada yang menjamin khyalannya di bilik termenung itu masih bernuansa bola, bola dan bola. Read more…
Jujur, Saia Bukan Lelah Tapi Malas
Adalah seorang saia yang sampai saat ini sangat mudah untuk mengaku lelah. Jika saia merasa seperti lelah, padahal baru seperti. Kalau ‘seperti’ berarti belum pasti ‘terjadi’. Namun meski belum pasti saia cepat-cepat untuk memvonis bahwa ini lelah. 
Sebagaimana manusia umumnya, jika merasa lelah pasti langsung melakukan aktifitas untuk mengurangi rasa lelah. Istirahat. Bentuk istirahat ini juga tergantung dari segi kelelahannya. Kalau lelah pikiran, berarti berhenti untuk memikirkan sesuatu yang membuat lelah itu. Bisa saja misalnya dibawa dengan aktifitas olahraga dan atau jalan-jalan di pasar sambil cari sambal belacan (sambal belacan: sambal khas kampung saia). Pastinya lelah pikiran jangan sampai menjadikan berhenti untuk berpikir. Kalau misalnya yang lelah adalah mata, biasanya dibawa keperaduan. Atau cuci mata? Upss kalo yang ini harus dijelaskan dengan sejelas-jelasnya siapa dan apa objek ‘cuciannya’ itu. Sip? Read more…
Emansipasi Basa Basi

Dalam catatan sejarah, bukan catatan buku sejarah saia pastinya. Tepat tanggal 21 April tahun 1879 di daerah Mayong-Jepara lahirlah bayi perempuan yang kemudian dikenal dengan nama Raden Adjeng Kartini. Biasanya sering disebut dengan RA Kartini. Bahkan tanpa RAnya, Kartini ajah.

Nggak tau kenapa harus Kartini, bukankah setau saia masih banyak deretan pahlawan wanita yang sekaliber dengan Kartini bahkan lebih? Apakah hanya dari suratnya? Apakah surat cukup sebagai bukti? Sementara di sana ada sosok yang langsung angkat senjata, melawan penjajah dan juga diabadikan dalam sejarah. Tapi kenapa Kartini yang dipilih? Kamu bisa menjawabnya? Kalo nggak bisa, saia akan berikan kepada waktu saja untuk menjawab semua itu… mmm
Read more…
